RADARSOLO.COM – Rentetan bencana tak henti-hentinya menerjang Kabupaten Sukoharjo dalam kurun dua hari terakhir.
Paling gres, hujan deras disertai angin kencang kembali melanda Kota Makmur, Rabu sore sekira pukul 15.20 WIB.
Dampak dari angin kencang, tenda kegiatan peringatan Nuzulul Quran di halaman kantor Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo ambruk.
Dampak lainnya, pepohonan tumbang di sejumlah kecamatan.
Laporan yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, kejadian pohon tumbang tersebar di Kecamatan Baki, Mojolaban, dan Polokarto.
Selain itu, tenda di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Sukoharjo roboh akibat terpaan angin kencang.
Tenda tersebut diketahui baru dipasang pada siang hari dan rencananya digunakan untuk kegiatan peringatan Nuzulul Quran.
Namun, derasnya hujan yang disertai angin membuat konstruksi tenda tidak mampu bertahan.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, hingga sore masih melakukan pendataan dampak kejadian di lapangan.
“Laporan sementara ada beberapa titik pohon tumbang. Tim langsung kami terjunkan untuk penanganan, agar tidak mengganggu akses jalan maupun membahayakan warga,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD, dampak angin kencang meliputi pohon tumbang melintang di jalan Desa Sapen–Triyagan; jalan Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto; serta rumpun bambu melintang di jalan Dusun Jengglong, Desa Jatisobo, Polokarto.
Selain itu, pohon tumbang di utara Gapura Kadrengan, Desa Kemasan, Polokarto; di Jalan Ngrombo–Gedongan; serta pohon kluwih tumbang di Dusun Jebol, Desa Ngrombo, Kecamatan Baki. Seluruh kejadian tersebut dilaporkan telah tertangani oleh petugas.
Ariyanto menambahkan, personel BPBD bersama relawan dan unsur terkait bergerak cepat melakukan evakuasi. Berupa pemotongan dan pembersihan material pohon tumbang, agar arus lalu lintas kembali normal.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
Warga diminta berhati-hati saat berkendara dan segera melaporkan kepada aparat desa atau BPBD apabila menemukan pohon rawan tumbang maupun kejadian serupa di wilayahnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto