Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Alat Peringatan Banjir Di Mojolaban Sukoharjo Rusak, Perbaikan Dikebut Karena Bengawan Solo Siaga Kuning

Iwan Kawul • Jumat, 6 Maret 2026 | 13:38 WIB

Perbaikan alat peringatan banjir atau EWS yang rusak di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Jumat (6/3).
Perbaikan alat peringatan banjir atau EWS yang rusak di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Jumat (6/3).

RADARSOLO.COM – Tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo masih Siaga Kuning.

Sayangnya, tidak semua alat peringatan banjir atau Early Warning System (EWS) di Kabupaten Sukoharjo dalam kondisi normal.

Berdasarkan pengecekan bersama Perum Jasa Tirta (PJT) I Surakarta, Jumat (6/3), dari empat titik, tiga masih berfungsi normal.

Kecuali satu alat di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban yang mengalami kerusakan dan sedang diperbaiki.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan sistem peringatan dini banjir tetap berfungsi optimal, terutama pada musim hujan seperti saat ini.

“Dari hasil pengecekan bersama PJT I Surakarta, sebagian besar EWS dalam kondisi normal dan berfungsi baik. Ini penting untuk memantau potensi kenaikan debit air sungai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, EWS di Nusupan yang memantau Sungai Bengawan Solo berada dalam kondisi normal dan berfungsi dengan baik.

Begitu juga dengan EWS di Bacem yang juga memantau aliran Sungai Bengawan Solo.

Selain itu, EWS di kawasan Puri Gading untuk memantau kondisi Sungai Kaliwingko juga dilaporkan dalam kondisi normal.

“Untuk tiga titik yakni Nusupan, Puri Gading, dan Bacem semuanya dalam kondisi baik dan dapat digunakan untuk memantau kondisi sungai,” jelasnya.

Sementara itu, satu EWS yang berada di wilayah Laban, Kecamatan Mojolaban dilaporkan mengalami kerusakan dan sedang dalam perbaikan pihak terkait.

“EWS di Laban memang rusak. Saat ini masih dalam proses perbaikan. Kami terus berkoordinasi dengan PJT agar alat tersebut segera berfungsi kembali,” katanya.

Ariyanto menambahkan, keberadaan EWS sangat penting untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan debit air sungai yang berpotensi menimbulkan banjir.

Dengan sistem tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat dapat lebih cepat mengambil langkah antisipasi apabila terjadi potensi bencana.

“Dengan EWS yang berfungsi baik, diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat lebih siap dalam menghadapi potensi banjir, terutama di wilayah yang dilalui Sungai Bengawan Solo,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Bengawan Solo Banjir #Mojolaban Banjir #bengawan solo #EWS Banjir #alat peringatan banjir #BPBD Sukoharjo #mojolaban #bengawan solo meluap #sukoharjo #Desa laban