Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rumpun Bambu Longsor Sumbat Sungai Siluwur, Relawan Turun Tangan Membersihkan, Crane Swadaya Warga Ikut Terjun

Iwan Kawul • Minggu, 8 Maret 2026 | 13:34 WIB

Rumpun bambu yang menyumbat Sungai Siluwur di Dusun Ngentak RT 001 RW 009, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, Sukoharjo.
Rumpun bambu yang menyumbat Sungai Siluwur di Dusun Ngentak RT 001 RW 009, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, Sukoharjo.

RADARSOLO.COM – Sungai Siluwur di Dusun Ngentak RT 001 RW 009, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, Sukoharjo tersumbat rumpun atau barongan bambu.

Rumpun bambu itu akibat tanah longsor di bantaran, hingga menumpuk ditengah sungai.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan banjir yang merendam permukiman warga sekitar. 

Mencegah benjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo bersihkan rumpun bambu itu, Minggu (8/3).

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, rumpun bambu yang tidak segera ditangani, dikhawatirkan menimbulkan genangan hingga banjir saat debit air meningkat.

“Rumpun bambu yang menghalang di tengah Sungai Siluwur ini cukup besar, dengan panjang 65 meter dan lebar 9 meter," jelas Ariyanto.

Relawan, TNI/Polri, warga, dan crane terjun bersihkan Sungai Siluwur, Minggu (8/3).
Relawan, TNI/Polri, warga, dan crane terjun bersihkan Sungai Siluwur, Minggu (8/3).

Menurut Ariyanto, proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh tim gabungan.

Terdiri dari personel BPBD, TNI/Polri, relawan, serta warga setempat. Penanganan dilakukan dengan memotong rumpun bambu menggunakan gergaji mesin agar lebih mudah dipindahkan.

Selain itu, warga juga memberikan dukungan alat berat berupa crane untuk membantu mengangkat potongan bambu dari aliran sungai.

Proses ini dinilai sangat membantu mempercepat proses pembersihan sungai dari material penghalang.

“Bambu dipotong menggunakan gergaji mesin, kemudian diangkat menggunakan crane milik warga. Dengan kerja sama semua pihak, aliran sungai bisa kembali lancar,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembersihan material penghalang di sungai merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko bencana, terutama di wilayah yang sebelumnya mengalami longsor.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, khususnya saat curah hujan masih cukup tinggi.

“Kolaborasi antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam penanganan bencana seperti ini. Kami berharap setelah pembersihan ini aliran Sungai Siluwur kembali normal dan potensi banjir bisa diminimalkan,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Rumpun Bambu Longsor #crane #BPBD Sukoharjo #Sungai Siluwur #Weru Sukoharjo banjir #Bendungan Siluwur #Bendung Siluwur #barongan bambu sumbat sungai di sukoharjo