RADARSOLO.COM – Selama Ramadan 1447 Hijriah, kawasan Dam Colo di Desa Pengkol, Kecamatan Nguter sering dimanfaatkan masyarakat untuk nongkrong dan olahraga pagi.
Kegiatan ini dilakukan hampir setiap hari, terutama setelah sahur dan salat Subuh. Baik anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua selalu memadati lokasi ini untuk menikmati segarnya suasana pagi.
Sayangnya, kegiatan positif tercoreng aksi menyalakan petasan dan penggunakan sepeda motor dengan knalpot brong yang memekakkan telinga.
Alhasil, banyak yang mengeluhkan aksi anak-anak dan remaja tersebut.
Menanggapi keluhan itu, jajaran Polsek Nguter menggelar patroli Subuh di Dam Colo, Minggu pagi (8/3). Patroli digelar untuk menjaga ketertiban masyarakat.
“Penggunaan sepeda motor knalpot brong ini sangat mengganggu ketertiban,” ungkap Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, melalui Kapolsek Nguter AKP Maryadi.
Selama patroli, petugas melakukan pendekatan secara humanis.
Pengendara motor yang kedapatan menggunakan knalpot brong, diberikan teguran dan imbauan tidak mengulangi lagi perbuatannya.
“Bagi pengendara yang menggunakan knalpot tidak standar, kami berikan teguran dan imbauan. Tidak ada penindakan tilang, karena lebih pada pendekatan persuasif,” bebernya.
Sementara itu, saat patroli petugas mendapati sejumlah anak usia SD dan SMP bermain petasan.
Polisi memberikan peringatan agar tidak menyalakan petasan, karena berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami ingatkan anak-anak usia SD hingga SMP untuk tidak menyalakan petasan. Sangat berbahaya sekali,” ujar Maryadi. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto