RADARSOLO.COM – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo harus berjibaku dengan ular piton sepanjang malam hingga menjelang subuh, Kamis (12/3).
Dalam rentang waktu beberapa jam, tim Damkar menerima tiga laporan temuan ular piton di lokasi berbeda yang meresahkan warga.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan, laporan pertama diterima pukul 00.41 WIB, dari warga Kedunggudel, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo Kota.
Warga melaporkan ular piton bersembunyi di sekitar permukiman. Tim damkar langsung meluncur ke lokasi dan mulai evakuasi sekira pukul 01.00 WIB.
“Ular bersembunyi di pohon di sekitar rumah warga. Setelah dilakukan penanganan oleh petugas, ular berhasil diamankan,” ujar Margono.
Belum lama kembali ke markas, damkar kembali menerima laporan pukul 01.05 WIB.
Kali ini dari warga Desa Tanjung, Kecamatan Nguter. Ukar piton ditemukan berada di kandang ternak milik warga.
Saat tiba di lokasi, ular tersebut bahkan sudah melilit seekor ayam dan hampir memangsa ternak tersebut.
“Tim kemudian langsung melakukan evakuasi agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar bagi warga,” jelas Margono.
Situasi belum juga tenang. Menjelang waktu subuh sekitar pukul 04.00 WIB, Damkar Sukoharjo kembali menerima laporan dari Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari.
Seekor ular piton kembali ditemukan di kandang ternak milik warga bernama Suloyo.
Ular tersebut bahkan sudah memangsa dua ekor ayam dan satu ekor angsa milik warga, sebelum akhirnya berhasil diamankan petugas.
“Ular masih berada di dalam kandang saat petugas datang. Ular berhasil dievakuasi dengan aman,” katanya.
Margono menambahkan, ketiga ular piton yang berhasil diamankan tersebut memiliki ukuran cukup besar, yakni lebih dari tiga meter.
Saat ini ketiga ular tersebut diamankan sementara di Mako Damkar Sukoharjo, sebelum nantinya diserahkan kepada komunitas pencinta hewan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat yang lebih aman.
“Semua ular yang kami evakuasi memiliki panjang di atas tiga meter. Untuk sementara diamankan di Mako Damkar, kemudian akan diambil oleh komunitas pencinta hewan untuk dilepasliarkan,” pungkas Margono. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto