RADARSOLO.COM – Raut semringah menghias wajah ratusan perantau asal Sukoharjo yang tinggal di Jakarta dan Bandung.
Sebab mereka tidak perlu merogoh kocek untuk mudik Lebaran ke kampung halaman.
Kepulangan mereka diakomodasi sembilan armada bus oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, melalui program mudik gratis.
Total 450 perantau asal Sukoharjo mendapat jatah program ini.
Rinciannya, 300 perantau di Jakarta diangkut enam armada bus.
Sedangkan 150 perantau di Bandung diangkut tiga armada bus.
Analis Kebijakan Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Kerja Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Eko Prih Hartanto mengatakan, program mudik gratis tahun ini mengalami penambahan armada dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini kami menyiapkan sembilan unit bus. Terdiri dari enam bus tujuan Jakarta dan tiga bus Bandung,” kata Eko, Senin (15/3).
Eko menambahkan, sebagian armada sudah diberangkatkan lebih awal.
Sebanyak sembilan bus mudik gratis dilepas dari kantor Dishub Sukoharjo pada Minggu (14/3) siang, dengan tujuan titik keberangkatan di daerah asal para perantau.
Selanjutnya, bus yang mengangkut perantau dari Jakarta, diberangkatkan kembali pada Senin (15/3) pukul 09.00 WIB.
Kemudian armada dari Bandung dijadwalkan berangkat pada Senin siang pukul 14.30 WIB.
“Diperkirakan rombongan dari Jakarta akan tiba di Terminal Sukoharjo pukul 19.00-20.00 WIB jika perjalanan lancar. Sedangkan yang dari Bandung kemungkinan tiba pukul 24.00,” jelasnya.
Program mudik gratis ini menjadi salah satu upaya Pemkab Sukoharjo untuk membantu para perantau pulang kampung dengan aman dan nyaman, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat perjalanan menggunakan kendaraan tidak layak.
Eko menambahkan, sasaran program mudik gratis difokuskan pada kalangan pekerja sektor informal dan masyarakat kurang mampu.
Di antaranya asisten rumah tangga, pedagang kaki lima dan pedagang asongan, buruh pabrik, hingga buruh bangunan.
Selain itu, program tersebut juga menyasar sopir angkutan umum, pengemudi bajaj, pengemudi ojek online, penyandang disabilitas, serta warga kurang mampu lainnya yang bekerja di perantauan.
“Tingginya minat masyarakat terhadap program mudik gratis ini menjadi salah satu alasan penambahan armada. Kami berharap fasilitas ini membantu perantau untuk mudik dengan lebih aman dan nyaman,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Sukoharjo juga menggandeng paguyuban perantau Sukoharjo yang berada di Jakarta dan Bandung, untuk membantu proses pendataan hingga koordinasi pemberangkatan pemudik.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan seluruh proses mudik gratis dapat berjalan lancar sehingga para perantau asal Sukoharjo dapat merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto