RADARSOLO.COM - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mendorong para penyuluh pertanian untuk berperan sebagai influencer di bidang pertanian.
Hal itu disampaikan saat menggelar pertemuan bersama para penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, penyuluh pertanian tidak hanya bertugas mendampingi petani di lapangan, tetapi juga harus mampu menyampaikan berbagai keberhasilan dan inovasi sektor pertanian kepada masyarakat luas melalui media sosial.
“Rekan-rekan penyuluh ini sebenarnya memiliki peran yang sangat strategis. Selain mendampingi petani, mereka juga bisa menyampaikan berbagai keberhasilan pertanian, teknologi, inovasi, hingga program kementerian kepada masyarakat luas,” ujar Idha.
Saat ini, jumlah penyuluh pertanian di Indonesia mencapai sekitar 38.318 orang yang tersebar di berbagai daerah dengan karakter wilayah pertanian yang berbeda-beda.
Dengan jumlah tersebut, penyuluh dinilai menjadi kekuatan besar dalam menyebarkan informasi positif tentang sektor pertanian.
Idha mengungkapkan, arahan agar penyuluh menjadi influencer juga datang langsung dari Menteri Pertanian.
Hal ini bertujuan agar berbagai capaian sektor pertanian dapat diketahui masyarakat secara luas.
“Kalau semua penyuluh bergerak menyampaikan informasi positif tentang pertanian, maka dampaknya akan sangat besar. Keberhasilan pertanian, teknologi, hingga inovasi bisa diketahui masyarakat luas,” jelasnya.
Ia bahkan mengaku sempat memantau aktivitas media sosial para penyuluh.
Banyak di antaranya yang sudah memiliki ribuan pengikut dan aktif membagikan informasi seputar kegiatan pertanian.
“Saya sempat melihat media sosial para penyuluh. Ternyata banyak yang sudah punya follower sampai ribuan. Ini luar biasa, artinya mereka sudah mampu menyampaikan pesan-pesan pertanian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran penyuluh sebagai influencer juga penting untuk menangkal berbagai informasi negatif terkait sektor pertanian, termasuk isu ketahanan pangan.
“Penyuluh adalah saksi langsung di lapangan. Mereka tahu kondisi sebenarnya. Jika ada informasi yang tidak benar tentang pertanian atau pangan, penyuluh bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Idha juga memberikan apresiasi terhadap kinerja penyuluh pertanian di wilayah Solo Raya, khususnya Sukoharjo, yang dinilai memiliki berbagai capaian positif di sektor pertanian.
Ia mencontohkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut yang mencapai angka tinggi serta capaian luas tambah tanam (LTT) yang dinilai sangat baik.
“Prestasi pertanian di Solo Raya ini luar biasa. Produktivitasnya tinggi dan LTT-nya juga bagus. Ini tidak lepas dari peran penyuluh yang mendampingi petani di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi penyuluh di daerah lain di Indonesia.
“Keberhasilan di Solo Raya ini mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bagi penyuluh di daerah lain. Kita semua punya tugas yang sama, yaitu mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatni, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Kepala BPPSDMP ke Sukoharjo.
Ia mengatakan, Balai Penyuluhan Pertanian Nguter selama ini menjadi pusat aktivitas para penyuluh dan petani dalam melakukan berbagai kegiatan pembelajaran dan pengembangan pertanian.
“Tempat ini menjadi rumah bagi para penyuluh untuk belajar, berdiskusi, sekaligus mendampingi petani,” ungkapnya.
Bagas menambahkan, pihaknya juga mengembangkan berbagai kegiatan yang mengangkat budaya pertanian di lokasi tersebut, seperti kegiatan seni, tradisi panen, hingga diskusi budaya yang berkaitan dengan dunia pertanian.
“Di tempat ini juga ada sanggar budaya pertanian yang dikelola bersama penyuluh dan petani. Kami mencoba mengangkat kembali tradisi pertanian melalui kegiatan budaya agar generasi muda semakin mencintai sektor pertanian,” ujarnya.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat memberikan motivasi bagi para penyuluh untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendampingi petani sekaligus menyebarkan informasi positif tentang pertanian kepada masyarakat luas.
“Harapannya pertemuan ini membawa manfaat dan semakin memotivasi penyuluh untuk terus memberikan kinerja terbaik bagi kemajuan pertanian Indonesia,” pungkasnya. (kwl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria