RADARSOLO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini mulai dirasakan secara bertahap sejak April 2026 dan berpotensi berlangsung lebih panjang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, wilayah Sukoharjo juga masuk dalam awal musim kemarau sejak April dasarian kedua.
”Untuk Sukoharjo, kemarau sudah mulai masuk pada April dasarian kedua. Kami sudah mulai melakukan langkah antisipasi,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Berdasarkan informasi BMKG, awal musim kemarau dimulai pada April 2026 di sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia, terutama di Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa.
Kemudian meluas pada Mei sebesar 26,3 persen dan Juni 23,3 persen. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 yang mencakup sekitar 61,4 persen wilayah atau 429 zona musim.
BMKG juga memprediksi sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami kemarau dengan curah hujan di bawah normal atau lebih kering.
Selain itu, suhu udara diperkirakan meningkat pada periode Agustus hingga September 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Sukoharjo telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, salah satunya dengan penyediaan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.
”Persiapan yang kami lakukan di antaranya menyiapkan bantuan distribusi air bersih dialokasikan 100 tangki, karena ada efisiensi. Selain itu, beberapa wilayah juga sudah mendapatkan bantuan sumur dalam dari Bupati sebagai langkah jangka panjang,” jelas Ariyanto.
Ia menambahkan, wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan berada di kawasan Sukoharjo bagian selatan.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pelatihan Vokasi Kemnaker 2026 Hapus Syarat Tahun Lulus, Simak Cara Daftarnya
Seperti Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru, yang selama ini memang rawan kekurangan air saat musim kemarau.
BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan penghematan penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang lebih panjang tahun ini.
”Dengan prediksi kemarau yang lebih kering dan panjang, kami minta masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan air dan segera melaporkan jika mulai terjadi kesulitan air bersih,” tandasnya. (kwl/adi)
Editor : Adi Pras