RADARSOLO.COM – Aktivitas dan mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran 2026 cukup tinggi.
Ada yang mudik ke kampung halaman, silaturahmi dengan keluarga besar, berburu kuliner yang nendang di lidah, atau plesiran ke berbagai objek wisata.
Ini tentunya membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Karena jika tidak, tubuh akan mudah kelelahan dan berujung jatuh sakit.
Seperti terlihat di Puskesmas Sukoharjo Kota dalam beberapa hari terakhir.
Ratusan pasien hilir mudik memeriksakan kondisi kesehatannya di sana setelah Lebaran.
Masalah kesehatan yang dihadapi beragam. Didominasi sakit kepala dan hipertensi.
Selain itu, pasien juga mengeluhkan demam, batuk, pilek, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Menurut keterangan Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota dr. Kunari Mahanani, lonjakan kunjungan pasien hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.
Suasana berbeda tampak sejak pagi hari pada H+4 Lebaran, Kamis (26/3). Antrean pasien yang hendak berobat terlihat membeludak dan memenuhi ruang pelayanan.
Jika pada hari normal jumlah kunjungan sekira 100 pasien per hari, tren peningkatan mulai terjadi sejak H+1 Lebaran atau Senin (23/3).
Di hari itu jumlah pasien masih di bawah 150 orang. Lalu meningkat pada H+2 atau Selasa (24/3), mencapai 150 pasien.
Lonjakan pasien kembali terjadi pada H+3 atau Rabu (25/3), yang mencapai 230 pasien.
Puncaknya terjadi pada H+4 atau Kamis (26/3), dengan total kunjungan mencapai 359 pasien dalam sehari.
Mayoritas pasien merupakan pemudik yang belum kembali ke perantauan, dengan rentang usia antara 25-35 tahun.
“Keluhan paling banyak sakit kepala dan hipertensi. Ada juga pasien dengan gejala demam, pilek hingga infeksi saluran pernapasan,” jelas Kunari.
Menurutnya, lonjakan ini dipicu faktor kelelahan selama perjalanan mudik, perubahan pola makan, hingga kondisi cuaca yang tidak menentu selama libur Lebaran.
Pihak puskesmas mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kondisi kesehatan, terutama menjelang kembali beraktivitas normal.
Warga diminta memerhatikan pola makan, istirahat yang cukup, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan kesehatan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca. Jaga pola makan dan istirahat agar kondisi tubuh tetap fit,” pesan Kunari. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto