RADARSOLO.COM – Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo selama ini dikenal sebagai sentra penghasil buah jambu air.
Sayangnya, saat ini harganya sedang anjlok di pasaran.
Kondisi tersebut membuat anggota Tim Penggerak (TP) PKK setempat tergerak untuk berinovasi.
Hingga tercipta olahan berupa kue kering atau nastar jambu air.
Jika biasanya diisi selain nanas, oleh mereka kue nastar diisi selai jambu air.
Saking lezatnya, kudapan khas Lebaran ini langsung mencuri perhatian dan laris manis di pasaran.
“Awalnya kami hanya mencoba memanfaatkan jambu air yang harganya jatuh. Ternyata respons masyarakat sangat bagus, banyak yang repeat order,” ujar Ketua TP PKK Desa Pranan Endang Purwantini.
Desa Pranan selama ini memang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jambu air terbesar di Solo Raya.
Namun saat musim panen raya tiba, kualitas buah kerap menurun sehingga harga jual di pasaran ikut terjun bebas.
Kondisi ini sempat membuat para petani merugi.
Tak ingin terus terpuruk, para ibu rumah tangga yang tergabung dalam TP PKK Desa Pranan pun mencari jalan keluar.
Mereka memanfaatkan jambu dengan kualitas rendah untuk diolah menjadi selai, yang kemudian dijadikan isian kue nastar.
Inovasi sederhana ini justru membuahkan hasil manis. Meski baru pertama kali dikenalkan, nastar jambu air langsung diserbu pembeli, terutama saat momentum Lebaran.
Dalam waktu singkat, lebih dari 500 toples nastar terjual.
Menurut Endang, antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap nastar jambu air.
"Tak hanya warga sini, pesanan juga datang dari berbagai daerah seperti Solo, Karanganyar, Wonogiri, hingga Klaten," imbuhnya.
Titik Suwarni, warga Desa Pranan mengaku tertarik membeli karena rasa nastar jambu air berbeda dari biasanya.
Menurutnya, perpaduan rasa manis dan segar dari jambu air memberikan sensasi baru dibandingkan nastar nanas yang umum dijumpai.
“Rasanya unik, ada segarnya. Jadi tidak neg seperti nastar biasanya,” ungkapnya.
Satu toples nastar jambu air dibanderol Rp 30 ribu. Meski menjadi buruan, produk ini tidak selalu tersedia setiap waktu.
Produksi bergantung pada musim panen jambu, terutama saat bahan baku melimpah.
Sementara itu selain dalam bentuk nastar, TP PKK Desa Pranan juga mengembangkan produk selai jambu air kemasan yang memiliki cita rasa khas.
Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual jambu, sekaligus mendongkrak perekonomian warga setempat. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto