Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sebentar Lagi Musim Kemarau Tiba, Bantuan Air Bersih Di Sukoharjo Disunat, Berharap Uluran Tangan CSR

Iwan Kawul • Minggu, 29 Maret 2026 | 13:31 WIB
Ilustrasi Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mengecek pompanisasi saluran irigasi jelang memasuki musim kemarau.
Ilustrasi Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mengecek pompanisasi saluran irigasi jelang memasuki musim kemarau.

RADARSOLO.COM – Kemarau panjang diprediksi melanda Sukoharjo pada April 2026.

Sejumlah persiapan dilakukan untuk mengantisipasi krisis air bersih.

Apalagi anggaran bantuan air bersih tahun ini dipangkas setelah terdampak efisiensi.

Tahun ini, hanya disediakan bantuan 100 tangki air bersih dengan kapasitas 5 ribu liter per tangki.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan tetap menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah langganan kekeringan.

Di antaranya Kecamatan Bulu, Weru, dan Tawangsari. Hanya saja, tahun ini jumlah bantuan dikurangi.

Baca Juga: Stok Darah PMI Sukoharjo Menipis Usai Lebaran 2026, Ajak Masyarakat Untuk Berdonor

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, bantuan air bersih hanya sekira 100 tangki.

“Tahun ini karena efisiensi, hanya 100 tangki. Kalau kurang, nanti dicarikan alternatif skema pembiayaannya,” jelas Ariyanto, Minggu (29/3).

Baca Juga: Masjid Agung Jatisobo, Saksi Sejarah dan Pusat Budaya Warga Sukoharjo: Tradisi Megengan dan Rabana Tetap Hidup 

Jumlah ini jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya, Pemkab Sukoharjo mengalokasikan bantuan hingga 300 tangki air bersih setiap musim kemarau tiba.

Kini, dengan semangat efisiensi, angka itu dipangkas hingga sepertiganya.
Di tengah kondisi tersebut, harapan dialihkan. Jika alam tak kunjung menurunkan hujan, maka setidaknya bantuan bisa turun dari pihak lain.

“Sementara 100 tangki yang dianggarkan. Kalau kurang, nanti dicari bantuan melalui CSR (corporate social responsibility),” bebernya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, BPBD berharap uluran tangan dari berbagai pihak, baik komunitas, instansi, maupun perusahaan.

Diharapkan instansi-instansi tersebut bisa menambal kekurangan yang ada. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#BPBD Sukoharjo #bantuan air bersih sukoharjo #dropping air bersih sukoharjo #sukoharjo