RADARSOLO.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo merilis data evaluasi perbandingan arus lalu lintas masa angkutan Lebaran 2026, dibandingkan dengan 2025.
Berdasarkan pemantauan di dua titik krusial, yakni Bundaran Kartasura dan Bulakrejo, terjadi tren penurunan volume kendaraan yang cukup signifikan.
Kepala Dishub Sukoharjo Toni Sri Buntoro menjelaskan, penurunan merata sejak H-5 hingga H-1 Lebaran.
Menurutnya, perubahan pola perjalanan masyarakat dan optimalisasi jalur tol menjadi salah satu faktor.
Di Kartasura, penurunan tajam terlihat pada H-4. Jika pada 2025 tercatat 54.908 kendaraan melintas, tahun ini jumlahnya menyusut menjadi 21.165 kendaraan.
“Secara statistik, perbandingan volume kendaraan di Kartasura periode pra-Lebaran di angka 0,19-0,61 dibandingkan tahun lalu. Ini menandakan beban jalan arteri di Kartasura jauh lebih longgar,” jelas Toni, Senin (30/3).
Kondisi serupa terjadi di Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo Kota.
Pada H-5 di 2025, volume kendaraan mencapai 44.624 unit. Sedangkan periode yang sama tahun ini, hanya 17.411 unit.
“Di Bulakrejo, persentase perbandingannya stabil di angka 0,30. Artinya, volume kendaraan yang melintas hanya sepertiga dari total tahun lalu pada hari-hari puncak mudik,” beber Toni.
Toni menjelaskan, penurunan volume kendaraan di jalur arteri bukan berarti jumlah pemudik secara total menurun drastis. Melainkan adanya efektivitas distribusi kendaraan.
Di antaranya, waktu mudik lebih awal. Selain itu, distribusi keberangkatan yang lebih merata, sehingga tidak terjadi penumpukan ekstrem dalam satu hari.
Termasuk penempatan personel di titik rawan yang efektif mengurai potensi kemacetan.
Memasuki masa arus balik (H+1 hingga H+5 Lebaran), Dishub Sukoharjo mencatat angka yang mulai stabil di kisaran 16.000-18.000 kendaraan per hari yang melintasi Bundaran Kartasura. Sedangkan di Bulakrejo antara 31.000-33.000 kendaraan.
“Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang bertugas dalam arus mudik Idul Fitri 1447H ini. Terima kasih juga kepada seluruh pengguna jalan yang tertib berlalu lintas,” bebernya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto