Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Daya Tampung SD Dan SMP Negeri Di Sukoharjo Melimpah, Sayangnya Jumlah Siswa Belum Merata Karena Kalah Saing Dengan Swasta

Iwan Kawul • Senin, 30 Maret 2026 | 17:09 WIB
Ilustrasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo tinjau uji coba Gizi BerKarsa di SDN 1 Pranan, Kecamatan Polokarto, Sabtu (10/1).
Ilustrasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo tinjau uji coba Gizi BerKarsa di SDN 1 Pranan, Kecamatan Polokarto, Sabtu (10/1).

RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo klaim daya tampung SD dan SMP negeri mencukupi, saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran baru 2026/2027.

Justru tantangannya yakni pemerataan distribusi siswa di setiap wilayah.

Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menjelaskan, data lima tahun terakhir menyebut jumlah murid baru kelas I di SDN menunjukkan tren fluktuatif namun relatif stabil.

Pada 2021 tercatat menyerap 6.397 siswa. Kemudian naik jadi 6.631 siswa di 2022.

Pada 2023, terjadi penurunan daya serap menjadi 6.051 siswa.

Baca Juga: Volume Kendaraan Yang Melintas Sukoharjo Saat Momentum Lebaran 2026 Jauh Menurun Dibanding 2025, Dishub Simpulkan Karena Evektivitas Pengaturan Lalu Lintas

Selanjutnya kembali naik menjadi 6.490 siswa pada 2024. Lalu menurun lagi pada 2025 menjadi 6.369 siswa.

“Fluktuasi ini dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari jumlah lulusan TK dan PAUD, dinamika pilihan masyarakat, hingga faktor demografi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (30/3).

Secara kewilayahan, jumlah murid baru terbanyak terkonsentrasi di Kecamatan Sukoharjo Kota, Mojolaban, dan Kartasura.

Baca Juga: Dispernaker Sukoharjo Terima Sembilan Aduan THR, Ada Yang Dicicil, Terlambat, Hingga Tidak Dibayar Sama Sekali

Mengingat kepadatan penduduk dan aktivitas ekonominya tinggi.

Sebaliknya, Kecamatan Bulu, Weru, dan Bendosari jumlah muridnya cenderung lebih rendah.

Kondisi ini dipengaruhi persebaran penduduk tidak merata, serta banyaknya alternatif sekolah di luar wilayah tersebut.

Untuk PPDB 2026, daya tampung SDN di Sukoharjo mencapai 12.460 siswa. Hampir dua kali lipat dibanding jumlah murid baru tahun sebelumnya.

Kecamatan Mojolaban dan Sukoharjo Kota masing-masing kapasitasnya terbanyak, yakni 1.344 kursi. Disusul Kartasura dengan 1.260 kursi.

“Artinya, secara kapasitas kami sangat siap, bahkan cenderung berlebih. Tantangannya, bagaimana distribusi siswa ini bisa merata,” beber Havid.

Di jenjang SMPN, jumlah murid baru menunjukkan tren relatif stabil dengan sedikit penurunan.

Pada 2023 menyerap 8.335 siswa dan menurun menjadi 8.073 siswa pada 2025.

Baca Juga: Sebentar Lagi Musim Kemarau Tiba, Bantuan Air Bersih Di Sukoharjo Disunat, Berharap Uluran Tangan CSR

Kecamatan Sukoharjo Kota masih penyumbang terbanyak dengan 1.728 siswa pada 2025. Disusul Kartasura sebanyak 917 siswa, serta Mojolaban 852 siswa.

Di sisi lain, beberapa wilayah mengalami penurunan cukup terasa. Kecamatan Nguter dari 372 di 2024, menjadi 335 siswa pada 2025. Serta Polokarto dari 704 menjadi 597 siswa.

Di 2026, daya tampung SMPN mencapai 8.736 kursi. Jika dibandingkan jumlah murid baru pada 2025, terdapat surplus 663 kursi.

“Secara umum, kapasitas SMP negeri masih mencukupi. Namun distribusinya belum merata. Ada wilayah yang kelebihan peminat, ada juga yang masih menyisakan rombongan belajar (rombel),” beber Havid.

Solusinya, kualitas seluruh sekolah negeri lebih ditingkatkan. Supaya tidak tertinggal dengan sekolah swasta. Dampaknya, daya tampung yang besar bisa dimanfaatkan secara optimal. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#spmb sukoharjo #pemerataan siswa sukoharjo #daya tampung sekolah negeri sukoharjo #PPDB Sukoharjo #Kepala disdikbud sukoharjo havid danang purnomo widodo #disdikbud sukoharjo #sukoharjo