Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Angin Kencang Mendominasi Bencana Alam Di Sukoharjo Sepanjang Maret 2026, Kerugian Materi Puluhan Juta

Iwan Kawul • Rabu, 1 April 2026 | 15:17 WIB
Ilustrasi penanganan atap rumah warga yang rusak disapu angin kencang di Kabupaten Sukoharjo. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Ilustrasi penanganan atap rumah warga yang rusak disapu angin kencang di Kabupaten Sukoharjo. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

 

RADARSOLO.COM – Sepanjang Maret 2026, Kabupaten Sukoharjo dilanda 12 kejadian bencana yang tersebar di 11 kecamatan. Mayoritas bencana dipicu hujan deras disertai angin kencang, yang menyebabkan pohon tumbang, banjir, hingga kerusakan infrastruktur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, angin kencang mendominasi sebanyak sembilan kejadian. Sedangkan tiga kejadian lainnya berupa banjir.

“Bencana yang terjadi sepanjang Maret, sebagian besar disebabkan cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang. Dampaknya antara lain pohon tumbang, genangan air, hingga kerusakan bangunan,” jelas Ariyanto, Rabu (1/4).

Dari sisi dampak, BPBD mencatat total kerugian materi mencapai Rp 77 juta. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, bencana tersebut berdampak pada 81 jiwa atau 20 kepala keluarga (KK).

Baca Juga: Kapten Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Prajurit Kopassus Gugur Di Lebanon, Pukesmas Kartasura Sambaikan Bela Sungakawa

Selain itu, 11 rumah rusak ringan dan empat rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada satu fasilitas umum. Ariyanto menjelaskan, sebaran kejadian bencana hampir merata di seluruh wilayah Kota Makmur.

Kecamatan Baki terbanyak dengan lima kejadian, Sukoharjo Kota empat kejadian, serta Kartasura, Grogol, Polokarto, dan Tawangsari masing-masing tiga kejadian. Sedangkan kecamatan lainnya tercatat satu hingga dua kejadian.

Baca Juga: Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo Kukuhkan Guru Besar Ilmu Linguistik Umum: Rektor Univet Dorong Lahirnya Pemikiran Kritis dan Inovasi

“Sebaran kejadian ini menunjukkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi masih cukup tinggi di hampir seluruh wilayah Sukoharjo,” imbuh Ariyanto.

Terkait penanganan, BPBD melalui Pusdalops PB terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Tim reaksi cepat (TRC) diterjunkan untuk asesmen, identifikasi, serta pembersihan dampak bencana di lokasi kejadian.

“Kami bergerak cepat setiap ada laporan masuk. Koordinasi dengan instansi terkait dan relawan juga terus kami lakukan, agar penanganan maksimal dan dampak bisa diminimalkan,” bebernya

Ariyanto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana.

“Kami imbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Jika ada potensi bahaya seperti pohon rawan tumbang, segera dilaporkan,” pesannya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#BPBD Sukoharjo #Bencana Alam di Sukoharjo #Angin kencang sukoharjo #sukoharjo