RADARSOLO.COM – Dua rumah warga di Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo yang masuk kategori rawan longsor akhirnya direlokasi ke tempat lebih aman.
Proses relokasi dilakukan, dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, relawan, pemerintah desa, dan warga sekitar.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, relokasi dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana.
Sekaligus menghindari risiko yang lebih besar, mengingat kondisi tanah di lokasi sudah labil dan berpotensi longsor.
Salah satu rumah yang direlokasi milik Satinah, warga Dusun Mulworejo RT 03 RW 06, Desa Kamal. Saat ini, rumah yang ditempati Satinah bersama seorang anak dan tiga cucunya berada di titik rawan longsor. Sehingga berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya.
“BPBD bersama relawan, pemerintah desa dan masyarakat telah melakukan kerja bakti pembersihan di lokasi yang akan digunakan untuk relokasi rumah Bu Satinah. Lokasi baru ini masih berada di dukuh yang sama, di lahan milik saudaranya,” jelas Ariyanto saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).
Ariyanto menambahkan, relokasi diharapkan memberi rasa aman bagi keluarga Satinah. Karena mereka selama ini tinggal dalam keadaan waswas, terutama setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Baca Juga: Tolak Ciu Bekonang, Puluhan Anggota Ormas Islam Geruduk Gedung DPRD Sukjoharjo, Ini Tuntutan Mereka
Selain Satinah, relokasi juga menyasar rumah milik Sukirah, warga Dusun Jatirejo RT 03 RW 08, Desa Kamal. Tanah di sekitar rumahnya mengalami pergerakan, sehingga meningkatkan potensi longsor.
“Rumah Bu Sukirah relokasinya dilakukan dengan menggeser bangunan sekitar 4 meter dari posisi semula. Lokasi yang baru sesuai asesmen lebih aman,” imbuh Ariyanto.
Ariyanto menyampaikan, seluruh pembiayaan relokasi kedua rumah tersebut berasal dari bantuan Baznas Sukoharjo. Bantuan ini sangat membantu percepatan penanganan warga terdampak bencana, terutama dalam penyediaan hunian yang lebih layak dan aman.
BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat musim hujan tiba. Jika ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi longsor, diimbau segera melapor agar segera ditangani.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Relokasi ini merupakan langkah nyata untuk meminimalkan risiko bencana di kemudian hari,” bebernya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo