Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Temukan Tiga Kasus Campak Di Sukoharjo, Dinkes Tegaskan Belum Masuk Kategori KLB

Iwan Kawul • Senin, 6 April 2026 | 13:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu.

RADARSOLO.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo mencatat tiga kasus campak yang terkonfirmasi sejak Januari hingga 6 April 2026. Meski demikian, jumlah tersebut dipastikan masih dalam kategori aman dan tidak masuk kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Dinkes Sukoharjo Tri Tuti Rahayu menjelaskan, ketiga kasus tersebut terjadi akhir Februari hingga awal Maret. Rinciannya, satu kasus diidap orang dewasa dan dua kasus bayi di bawah usia satu tahun.

“Terkait kasus dewasa, secara laboratorium tergolong ringan namun mengarah ke campak. Sedangkan dua lainnya terjadi pada bayi di bawah satu tahun,” jelas Tri Tuti, kemarin (6/4).

Tri Tuti menambahkan, ketiga kasus tersebut tersebar merata di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo Kota, dan Nguter. Kini, seluruh pasien telah dinyatakan sembuh dan tidak ada yang sampai menjalani perawatan inap di rumah sakit.

Menurut Tri Tuti, kondisi ini belum memenuhi kriteria KLB campak. Sebab kasus yang ditemukan tidak saling berkaitan secara epidemiologis. Serta terjadi pada waktu dan lokasi yang berbeda.

Baca Juga: ASN di Sukoharjo Mulai WFH Tiap Jumat, Kecuali Enam Unit Layanan Publik Yang Tetap WFO

“Tidak masuk KLB karena tidak ada hubungan epidemiologis antar kasus. Waktunya juga tidak bersamaan,” tegasnya.

Jika dibandingkan rata-rata kasus per bulan pada 2025, jumlah kasus campak tahun ini justru menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan ketentuan, suatu wilayah dapat dikategorikan KLB campak apabila terdapat minimal 10 kasus suspek yang memiliki hubungan epidemiologis.

Syarat lainnya, kasus ditemukan dalam kurun waktu empat minggu terakhir. Serta hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan minimal dua kasus positif campak.

Baca Juga: Sapi untuk Kurban di Nguter Sukoharjo Bakal Langka? Peternak Enggan Pelihara karena Trauma PMK

“Dengan kondisi saat ini, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, guna mencegah penularan penyakit campak di kemudian hari,” pesan Tri Tuti. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#kasus campak di sukoharjo #dinkes sukoharjo #campak #Dinas Kesehatan Sukoharjo #sukoharjo