Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Diduga lakukan Ujaran Kebencian, Warga Grogol Sukoharjo Klarifikasi dan Minta Maaf ke Pengemudi Ambulans

Iwan Kawul • Senin, 6 April 2026 | 21:24 WIB
Koko Mujianto, warga Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo memberikan klarifikasi dan permintaan maaf setelah komentar di media sosialnya diduga mengandung ujaran kebencian terhadap pengemudi ambulans. (DOK.FAST)
Koko Mujianto, warga Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo memberikan klarifikasi dan permintaan maaf setelah komentar di media sosialnya diduga mengandung ujaran kebencian terhadap pengemudi ambulans. (DOK.FAST)

RADARSOLO.COM – Seorang warga Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo Koko Mujianto memberikan klarifikasi dan permintaan maaf setelah komentar di media sosialnya diduga mengandung ujaran kebencian terhadap pengemudi ambulans.

Klarifikasi dilakukan di Mapolsek Grogol, Senin (6/4) malam, setelah yang bersangkutan didatangi belasan pengemudi ambulans yang tergabung dalam Forum Ambulans Sukoharjo Bersaty (FAST).

Baca Juga: Jangan Klik! Link Video 'Ibu Tiri vs Anak Tiri' Part Kebun Sawit dan Dapur Viral, Ini Bukti Manipulasi Konten yang Penuh Risiko  

Peristiwa ini bermula dari unggahan akun Facebook bernama Koko Torass yang menuliskan komentar bernada negatif terhadap pengemudi ambulans.

Komentar tersebut memicu reaksi dari komunitas pengemudi ambulans yang merasa tersinggung, hingga akhirnya mendatangi yang bersangkutan dan membawanya ke Mapolsek Grogol untuk dimediasi.

Dalam komentarnya, akun tersebut menuliskan, “Aku yo anyel pengemudi ambulan, sok-sokan. Doake wae, semoga sopir e gek nabrak ben mati sisan. Pernah dapat info dari petugas RS, asline kui mung sok-sokan ngebut nyopir, asline gak bawa pasien, mereka muter-muter jalan gak jelas ben dikira RS ono pasien e dan RS rame.”

Komentar tersebut dinilai menyinggung profesi pengemudi ambulans karena berisi doa buruk serta tudingan yang belum tentu benar.

Dalam video klarifikasinya, Koko Mujianto mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pengemudi ambulans di Indonesia.

“Terkait dengan komentar tersebut, saya menyadari bahwa komentar tersebut dapat menyinggung dan melukai perasaan, serta tidak seharusnya saya tulis," kata Koko. 

"Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kekhilafan saya kepada seluruh driver ambulans di Indonesia. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi,” imbuhnya.

Baca Juga: Ditinggal Sopir Buang Air Kecil, Truk Kontainer Terbakar Hebat di Rest Area Tol Boyolali

Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar para pengemudi ambulans selalu diberikan keselamatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Saya mendoakan semoga driver ambulans selalu dilindungi, diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas. Semoga tetap ikhlas dalam mengemban tugas kemanusiaan,” lanjut dia.

Ketua FAST Wirawan Setiadi menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Grogol yang telah bergerak cepat dalam memfasilitasi mediasi antara kedua pihak sehingga permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Grogol atas respons cepatnya dalam membantu memediasi kasus ini. Harapannya ke depan tidak ada lagi kejadian serupa dan masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” ungkapnya. (kwl)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sopir ambulana #minta maaf #sopir #klarifikasi #ujaran kebencian