Terkuak! Penyebab Jalan Kenanga Sukoharjo Langganan Banjir Karena Saluran Irigasi Ditutup Untuk Akses Jalan Rumah Warga
Iwan Kawul• Selasa, 7 April 2026 | 09:43 WIB
Sekda Sukoharjo didampingi Asisten Sekda, Kepala OPD terkait, dan BPBD mitigasi luapan saluran irigasi di Jalan Kenanga, belum lama ini.
RADARSOLO.COM – Upaya mitigasi banjir terus dilakukan di wilayah perkotaan Sukoharjo. Salah satunya di Jalan Kenanga,
Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo Kota, Selasa (7/4).
Hasil mitigasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, genangan muncul dari luapan air saluran irigasi di sana.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo saat dikonfirmasi menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan bersama Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten Sekda, serta Camat Sukoharjo Kota guna mengidentifikasi penyebab utama luapan air yang kerap terjadi saat hujan deras.
“Di lokasi tersebut terdapat saluran irigasi yang melintasi kawasan permukiman warga. Saat hujan deras, saluran ini kerap meluap dan menggenangi lingkungan perkampungan,” ujarnya.
Dari hasil mitigasi di lapangan, ditemukan sejumlah faktor yang disinyalir menjadi penyebab utama terjadinya luapan air. Di antaranya adalah adanya penutupan saluran irigasi oleh warga yang dimanfaatkan sebagai akses jalan masuk ke pekarangan rumah.
Selain itu, juga ditemukan adanya penyempitan saluran di beberapa titik, serta pendangkalan drainase akibat sedimentasi yang menghambat aliran air.
“Beberapa warga menutup saluran untuk akses masuk ke rumah. Ini yang kemudian mempersempit aliran air. Ditambah lagi adanya sedimentasi yang menyebabkan kapasitas saluran berkurang,” jelas Ariyanto.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Sukoharjo tengah menyiapkan skema penataan ulang saluran irigasi dengan melibatkan masyarakat. Salah satu opsi mekanisme penganggaran yang sedang dipertimbangkan adalah melalui skema hibah kepada RT/RW setempat.
Dalam rencana penataan tersebut, setiap rumah akan diberikan akses masuk ke pekarangan dengan lebar sekitar dua meter. Namun, jika warga menginginkan akses yang lebih lebar, harus mengikuti ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
“Misalnya menggunakan plat beton yang bisa dibuka saat dilakukan pembersihan saluran. Jadi fungsi saluran tetap optimal dan tidak tertutup permanen,” tambahnya.
BPBD berharap, dengan penataan ini nantinya aliran air di saluran irigasi dapat kembali lancar, sehingga potensi banjir di kawasan Jalan Kenanga bisa diminimalkan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Intinya kami ingin mengembalikan fungsi saluran agar optimal, tapi tetap memerhatikan kebutuhan akses warga,” tandasnya. (kwl/fer)