RADARSOLO.COM – Fenomena El Nino tipe Godzilla diperkirakan muncul pada 2026 ini. Dampaknya cukup serius bagi Indonesia, berupa kekeringan luas dan suhu panas ekstrem.
Ini pernah terjadi pada 1882, 1997, dan 2015, yang berdampak pada kekeringan ekstrem hingga kebakaran hutan.
Fenomena El Nino Godzilla sangat berdampak besar bagi sektor pertanian, karena berpotensi menekan produksi pangan nasional.
Sadar akan dampak El Nino Godzilla, Pemerintah Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo tak tinggal diam.
Rehabilitasi saluran irigasi sepanjang 400 meter dikebut. Kepala Desa (Kades) Pranan Sarjanto menjelaskan, rehab saluran irigasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian warga. Khususnya di wilayah Kelompok Tani Pranan 3.
Baca Juga: Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Turun Gunung Pantau Kesiapan TKA SMP, Klaim Bebas Kendala
“Rehab ini untuk mengantisipasi dampak El Nino, agar distribusi air ke sawah tetap lancar. Sehingga tidak mengganggu produktivitas padi,” jelas Sarjanto.
Sarjanto menambahkan, saluran irigasi yang diperbaiki lebarnya 50 sentimeter (cm) dan tinggi 50 cm. Perbaikan fokus pada titik-titik yang mengalami kerusakan parah.
Diakui Sarjanto, banyak saluran irigasi di wilayahnya yang rusak. Seperti dinding berlubang hingga kebocoran yang menyebabkan aliran air tidak optimal. Alhasil sebagian lahan milik warga tidak dapat pasokan air.
“Kalau tidak segera direhabilitasi, air tidak bisa mengalir sempurna ke sawah. Banyak yang bocor karena saluran berlubang, sehingga air terbuang percuma,” imbuhnya.
Melalui rehabilitasi ini, diharapkan distribusi air irigasi kembali normal. Sehingga mampu menopang kebutuhan pertanian masyarakat. Terutama di tengah ancaman musim kemarau, yang diperkirakan lebih ekstrem dibanding tahun ini. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto