Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

El Nino Godzilla Berpotensi Timbulkan Kekeringan Ekstrem Dan Panjang, Kebut Mitigasi Saluran Irigasi Di Sukoharjo

Iwan Kawul • Minggu, 12 April 2026 | 16:44 WIB
Jajaran Polres Sukoharjo, relawan, dan warga bersihkan Bendung Siluwur di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, belum lama ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Jajaran Polres Sukoharjo, relawan, dan warga bersihkan Bendung Siluwur di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, belum lama ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino Godzilla.

Fokus utama diarahkan pada kesiapan infrastruktur irigasim serta pengaturan distribusi air bagi sektor pertanian.

Sebagai catatan, El Nino Godzilla merupakan fenomena iklim dengan intensitas sangat kuat yang diprediksi memicu kemarau panjang, kekeringan ekstrem, serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sekretaris DPUPR Sukoharjo Paulus Samodro menjelaskan, telah menyusun rencana terpadu yang melibatkan berbagai bidang. Mulai dari sumber daya air (SDA) hingga koordinasi kewilayahan.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah pengecekan kondisi bendungan dan saluran irigasi. Terutama yang menjadi kewenangan kabupaten, baik dari sisi fisik maupun fungsi,” jelas Paulus, Minggu(12/4).

Paulus menambahkan, pengecekan dilakukan secara berkala melalui kegiatan operasi dan pemeliharaan (epaksi). Menekankan pada pembersihan serta identifikasi potensi kerusakan di lapangan.

Baca Juga: Pilkades 2026 Di Sukoharjo Bakal E-Voting, Mulai Jajaki Desa Percontohan

Ini penting untuk memastikan sistem irigasi tetap optimal, dalam mendistribusikan air di tengah ancaman kekeringan ekstrem. Selain itu, DPUPR juga memetakan prioritas penanganan berdasarkan tingkat kerusakan yang ditemukan.

“Kami lakukan penilaian kondisi untuk menentukan langkah lanjutan. Apakah cukup pemeliharaan rutin, berkala, atau perlu rehabilitasi,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Hanya WFH ASN, Demi Efisiensi Anggaran Pemkab Sukoharjo Matikan AC Dan Lift Menara Wijaya

Menurut Paulus, strategi lain yang disiapkan adalah mengatur pola tanam yang menyesuaikan stok air. DPUPR berkoordinasi dengan dinas pertanian dan perikanan (distankan), termasuk penyuluh pertanian lapangan (PPL) agar distribusi air adil.

“Khususnya di sawah yang bergantung pada aliran irigasi Colo Timur dan Colo Barat. Penyesuaian pola tanam ini penting, supaya kebutuhan air tercukupi. Terutama di musim kering yang diprediksi lebih panjang,” imbuhnya.

Selain itu, operasional pintu air juga menjadi perhatian serius. DPUPR akan memperketat pengawasan terhadap pengambilan air oleh petani, agar sesuai jalur yang telah ditentukan.

“Kami lakukan koordinasi dengan pembina Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Serta pengecekan lapangan secara rutin oleh petugas korwil. Sinergi semua pihak menjadi kunci, sehingga ketersediaan air tetap terjaga dan produktivitas pertanian tidak terganggu,” tandas Paulus. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#el nino godzilla #kekeringan ekstrem #dpupr sukoharjo #kemarau panjang #sukoharjo