RADARSOLO.COM – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo akibat hujan deras sejak Selasa (14/4) sore hingga Rabu (15/4) dini hari berdampak luas.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, 14 desa di empat kecamatan terdampak terendam banjir. Akibatnya, ratusan warga terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, hingga Rabu pagi, data yang dihimpun masih bersifat sementara karena petugas masih terus melakukan asesmen di lapangan.
“Data masih sementara, saat ini kami masih melakukan asesmen di seluruh wilayah terdampak,” hematnya.
Berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD, banjir terjadi akibat hujan deras dengan durasi cukup lama. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap.
Baca Juga: Puluhan Sekolah di Sukoharjo Terdampak Banjir, KBM Diliburkan
Di antaranya Kali Kembang, Kali Pepe, Kali Mranggen, hingga Sungai Janes, sehingga air merendam permukiman warga. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Grogol, Baki, Gatak, dan Kartasura.
Di Kecamatan Gatak, sedikitnya 12 rumah warga terdampak banjir di Desa Blimbing. Selain itu, genangan juga terjadi di sejumlah desa seperti Klaseman, Kagokan, dan Sanggung yang turut berdampak pada lahan persawahan.
Baca Juga: Banjir Rendam Sukoharjo, Akses Jalan Cemani–Konimex Tak Bisa Dilalui
Sementara di Kecamatan Baki, banjir merendam Desa Gentan, Bakipandeyan, Menuran, hingga Jetis. Di Desa Gentan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa dan memaksa warga mengungsi, termasuk satu bayi dan satu lansia yang dievakuasi ke tempat lebih aman.
Di Kecamatan Grogol, banjir berdampak cukup luas di antaranya di Desa Manang, Langenharjo, Madegondo, Sanggrahan, Kwarasan, Gedangan, Cemani, hingga Banaran.
Di Desa Manang, air bahkan masuk ke rumah warga dan kantor desa akibat luapan Kali Mranggen. BPBD mencatat, total sementara terdapat sekitar 60 kepala keluarga (KK) atau 250 jiwa yang mengungsi di berbagai lokasi, seperti masjid, ruko, hingga rumah kerabat.
Di Desa Manang sendiri, terdapat sedikitnya 40 KK atau 85 jiwa yang mengungsi di beberapa titik, termasuk masjid dan rumah warga. Selain permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah di wilayah Kecamatan Grogol, Gatak, dan Baki.
Kerugian materiil akibat kejadian ini masih dalam tahap pendataan. Ariyanto menambahkan, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih tinggi.
Baca Juga: Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Grogol Sukoharjo, Hujan Deras hingga Malam: SAR Evakuasi Bayi
“Tidak ada korban jiwa. Namun kami terus melakukan pemantauan, evakuasi, serta penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” jelasnya.
BPBD Sukoharjo bersama TNI, Polri, relawan, dan berbagai unsur terkait masih melakukan penanganan darurat di lapangan. Termasuk evakuasi warga, distribusi bantuan, serta pemantauan debit air di wilayah terdampak.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di daerah yang berada di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto