Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kartini Masa Kini: Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Menjadi "Ibu" bagi Rakyatnya

Iwan Kawul • Selasa, 21 April 2026 | 15:37 WIB
Etik Suryani, Bupati Sukoharjo
Etik Suryani, Bupati Sukoharjo

RADARSOLO.COM - Perjalanan hidup Hj. Etik Suryani, SE, MM adalah sebuah transformasi dari ketelitian ruang perbankan menuju luasnya medan pengabdian publik. Sebagai bupati Sukoharjo, ia tidak hanya membawa tongkat komando pemerintahan, tetapi juga naluri seorang ibu yang ingin memastikan seluruh "anak-anaknya"—masyarakat Sukoharjo—hidup dalam kesejahteraan.

Dalam sebuah perbincangan hangat memaknai semangat Kartini, Bupati Etik membagikan refleksi mendalam mengenai nilai hidup, tantangan kepemimpinan, dan perubahan besar yang ia jalani.

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, "Perempuan Tangguh Itu Berani Melangkah"

Tumbuh di lingkungan yang menjunjung tinggi etika kerja, Etik mengakui bahwa puluhan tahun kariernya di dunia perbankan telah membentuk karakter yang disiplin dan detail. Namun, ia menegaskan bahwa kacamata profesionalitas saja tidak cukup untuk memimpin sebuah daerah.

“Dunia perbankan mengajarkan saya disiplin, namun pengalaman turun ke desa-desa menemui warga Sukoharjo-lah yang mengajarkan saya tentang arti kasih sayang seorang pemimpin,” ungkapnya.

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Profil Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, Mengayomi dan Perjuangkan Nasib Perempuan Desa

Bagi Etik, nilai utama yang membentuknya hari ini adalah perpaduan antara disiplin, empati, dan loyalitas pada pengabdian. Ia berupaya membawa kedisiplinan profesional untuk menyejahterakan wong cilik dengan sentuhan hati.

Menarik ke belakang, Etik mengaku tidak pernah sekalipun bermimpi akan memimpin Kabupaten Sukoharjo. Saat masih berkutat dengan angka di bank, fokusnya sederhana, yaitu bekerja profesional dan pulang sebagai ibu rumah tangga yang mengurus keluarga.

Titik baliknya terjadi saat ia mendampingi sang suami, Wardoyo Wijaya, dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Saya melihat sendiri bagaimana sebuah kebijakan bisa mengubah hidup orang banyak. Saya melihat air mata warga yang terbantu dan harapan anak-anak yang bisa kembali sekolah. Di situlah batin saya bicara, 'Mungkin ini jalan pengabdian yang Tuhan siapkan untuk saya',” kenang Etik.

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Profil Venessa Winastesia, Istri Wali Kota Solo Respati Ardi, Sosok Introvert Yang Ikhlas Mengabdi Untuk Masyarakat

Bagi Etik, jabatan Bupati bukanlah ambisi kekuasaan, melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan tanpa setengah-setengah. Ia meyakini semangat Kartini bahwa di mana pun ditempatkan, perempuan harus mampu menjadi terang.

Menjadi pimpinan daerah tentu memberikan ujian mental yang luar biasa. Etik menceritakan bahwa momen terberatnya adalah saat menghadapi masa pemulihan pasca-pandemi, menekan angka stunting, dan mengentaskan kemiskinan ekstrem.

“Setiap kali turun ke lapangan melihat warga sakit atau rumah yang tidak layak huni, hati saya rasanya teriris. Sebagai seorang ibu, saya sedih, namun sebagai bupati, saya harus segera bertindak. Menyeimbangkan empati dan ketegasan eksekusi kebijakan adalah ujian harian saya,” jelasnya.

Sejak menjabat, ia merasa "rumah"-nya telah bertambah luas. Bukan lagi sekadar urusan domestik, melainkan 12 kecamatan dan 167 desa di Sukoharjo kini menjadi bagian dari keluarganya. Perubahan terbesar yang ia rasakan adalah wakaf waktu dan pikiran yang kini sepenuhnya milik rakyat.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani berbincang dengan warganya.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani berbincang dengan warganya.

Meski protokol dan tanggung jawab besar kini melekat padanya, Etik berkomitmen tidak akan mengubah kepribadian aslinya. Ia memilih untuk tetap menjadi Etik Suryani yang sederhana, namun dengan tekad baja untuk memikul beban harapan ratusan ribu warga.

“Seperti kata Kartini, 'Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.' Saya memilih untuk tetap menjadi diri sendiri, hanya saja sekarang tanggung jawabnya jauh lebih besar untuk masyarakat,” pungkasnya menutup pembicaraan. (kwl/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#bupati sukoharjo #wakaf #Etik Suryani #pengabdian #empati