Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hidupkan Kawasan Bersejarah Keraton Kartasura, Warga Tanam Tujuh Bibit Pohon Langka

Alfida Nurcholisah • Minggu, 26 April 2026 | 17:53 WIB
Penanaman bibit pohon langka di kompleks Keraton Kartasura, Sukoharjo, Minggu (26/4). (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)
Penanaman bibit pohon langka di kompleks Keraton Kartasura, Sukoharjo, Minggu (26/4). (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM - Warga sekitar Keraton Kartasura yang tergabung dalam komunitas Kartasura Bergerak, menggelar aksi penanaman bibit pohon langka, kemarin (26/4).

Kegiatan ini sebagai upaya pelestarian lingkungan, sekaligus menjaga nilai historis Keraton Kartasura.

Salah satu anggota Kartasura Bergerak Egi Raff menjelaskan, ada tujuh jenis bibit pohon langka yang ditanam. Mulai dari kepel, duwet, keben, bodi, menyan, moho, dan pronojiwo.

Menurutnya, pohon kepel memiliki nilai historis tinggi. Sebab buahnya dipercaya merupakan kesukaan para putri keraton di masa lampau.

Kemudian pohon menyan dalam tradisi Jawa, kerap dimanfaatkan getahnya sebagai bagian dari ubo rampe berbagai ritual adat.

Baca Juga: Kartasura Sukoharjo Darurat Narkoba! Sindikat Pengedar Ganja dan Tembakau Sinte Terbongkar, Dikendalikan Dari Lapas

"Pohon bodi juga memiliki makna filosofis mendalam. Pohon ini dipercaya sebagai tempat para dewa dalam ajaran Budha. Banyak ditemukan di kawasan candi, salah satunya di Candi Mendut," jelasnya.

Selain itu, penanaman pohon bodi di area keraton dimaknai sebagai simbol pengayoman dan keteduhan.

Baca Juga: Ratu Narkoba Kendalikan Jaringan Sabu Di Kartasura Sukoharjo, Upah Kurir Rp 11 Juta

Kemudian pohon keben yang juga ditanam di area Keraton Jogjam, dikenal sebagai simbol perdamaian.

"Kami berharap ketika pohon-pohon tersebut tumbuh dan berbuah, kawasan Keraton Kartasura menjadi lebih hidup dan asri. Mampu menarik minat pengunjung, termasuk satawa untuk datang dan bersarang," bebernya.

Pohon-pohon tersebut ditanam di sisi timur Watu Kembar. Jaraknya sekitar 3 meter dari benteng, untuk menghindari kerusakan struktur benteng saat pohon tumbuh besar.

Sementara itu, pegiat lainnya Bagus Sigit menambahkan, kegiatan Besik lan Tandur ini telah berlangsung sejak 2018. Melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga, komunitas pecinta alam, karang taruna, hingga organisasi masyarakat.

Tak hanya di kawasan keraton, penghijauan juga dilakukan di Gunung Kunci yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan Keraton Kartasura.

"Kegiatan ini bertujuan membuka ruang terbuka hijau di kawasan padat penduduk di wilayah Kartasura," ungkapnya.

Menurut Sigit, aksi tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah membangun Kartasura.

“Kami tidak hanya memahami sejarah Kartasura, tetapi juga ikut merawat dan menjaga, minimal dari sisi kebersihannya,” bebernya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#penanaman pohon langka #Keraton Kartasura #Kartasura #sukoharjo