RADARSOLO.COM – Stasiun Sukoharjo Kota mendadak dipadati puluhan pelajar SD, Selasa pagi (28/4). Mereka merupakan siswa SD Negeri Gayam 5, Kecamatan Sukoharjo Kota, yang datang sembari membawa poster bergambar kereta api (KA).
Tak sendirian, mereka ditemani superhero Gatotkaca. Saat KA Batara Kresna tiba di stasiun, mereka mengajak pihak stasiun untuk berdoa.
Inilah sekelumit gambaran aksi bela sungkawa atas tragedi kecelakaan maut antara KA Agro Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Kepala SDN Gayam 5 Sukoharjo Rika Purwanti menjelaskan, ada 20 siswa kelas V dan VI yang datang ke Stasiun Sukoharjo Kota.
Selain berdoa, mereka membentangkan poster berisi dukungan terhadap dunia perkeretaapian Indonesia. Aksi ini bentuk empati, sekaligus edukasi bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat tentang transportasi kereta api.
“Kegiatan hari ini mengenalkan anak-anak tentang perkeretaapian, serta ucapan bela sungkawa atas tragedi kereta api yang terjadi di Bekasi Timur,” ujar Rika.
Suasana haru terlihat saat para siswa menyerahkan karangan bunga kepada pihak stasiun. Mereka juga menyampaikan doa agar seluruh perjalanan kereta api di Indonesia aman dan selamat sampai tujuan.
Kepala Stasiun Sukoharjo Kota Yoga Aji Jaya Pratista mengapresiasi perhatian masyarakat, khususnya siswa SDN Gayam 5 yang datang langsung memberikan dukungan moral.
Baca Juga: Modus Baru Peredaran Narkoba Di Mojolaban Sukoharjo, Pengedar Pakai Aplikasi Private Messenger
“Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang tidak putus dari pemerintah daerah Sukoharjo dan masyarakat, khususnya adik-adik SDN Gayam 5 yang hadir di sini sebagai generasi penerus bangsa. Mereka telah menaruh kepedulian tinggi kepada kereta api,” ungkapnya.
Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Kesadaran bersama dinilai sangat diperlukan untuk menciptakan transportasi publik yang aman dan nyaman.
“Mari bersama-sama selalu menjaga dan mendoakan supaya perjalanan kereta api selalu selamat dan lancar,” tambahnya.
Dalam aksi tersebut, para siswa didampingi perwakilan Disporapar Sukoharjo Agus Widanarko yang memerankan Gatotkaca. Menurut Danar, kegiatan ini bentuk cinta dan kepedulian masyarakat terhadap kereta api Indonesia, yang menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya bangsa.
“Kereta api merupakan bagian dari sejarah dan budaya masyarakat sehingga harus dicintai sepenuh hati. Aksi ini juga didorong oleh empati terhadap kejadian kecelakaan KA yang menyebabkan korban meninggal dunia,” katanya.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna itu, para siswa belajar bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan sejak dini. Sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap transportasi publik yang telah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Indonesia. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto