RADARSOLO.COM – Sebanyak tiga calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Sukoharjo pada musim haji 2026 ini terpaksa harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci. Mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat istitaah karena mengalami gangguan kesehatan serius.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sukoharjo Abdul Rochman saat dikonfirmasi Selasa (28/4), menjelaskan, tiga CJH tersebut berasal dari Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Sukoharjo Kota.
“Ada tiga orang yang tertunda keberangkatannya karena tidak istitaah atau belum memenuhi kemampuan dari sisi kesehatan untuk menjalankan ibadah haji,” ujarnya.
Satu CJH asal Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban mengalami diabetes melitus yang tidak terkontrol. Satu CJH lainnya dari Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban mengalami tumor flexura lienalis. Sedangkan satu CJH asal Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo Kota menderita gagal ginjal stadium 5.
Baca Juga: Siswa SD Geduruk Stasiun Sukoharjo Kota, Doakan Korban Tragedi KA Argo Bromo Dan KRL Di Bekasi Timur
Menurut Abdul Rochman, keputusan penundaan ini dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh, guna memastikan seluruh CJH benar-benar siap secara fisik menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup berat.
“Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan jemaah menjadi prioritas utama. Jika belum memenuhi syarat kesehatan, maka keberangkatan harus ditunda sampai kondisinya memungkinkan,” tegasnya.
Untuk musim haji 2026, total CJH asal Kabupaten Sukoharjo yang masuk dalam daftar keberangkatan mencapai 755 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 751 jamaah reguler plus empat Petugas Haji Daerah (PHD).
Mereka terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter), yakni kloter 33 sebanyak dua CJH, Kloter 49 sebanyak lima CJH, Kloter 62 sebanyak 33 CJH, Kloter 63 sebanyak 356 CJH, Kloter 64 sebanyak 352 CJH, Kloter 67 sebanyak satu CJH, serta Kloter 81 sebanyak enam CJH.
Sementara itu, calon jemaah termuda tahun ini adalah Maetza Kirana Azzahra, warga Kecamatan Baki, yang berusia 21 tahun 7 bulan dengan tanggal lahir 25 September 2004. Sedangkan jemaah tertua adalah Miatin Maniyo, warga Kartasura, yang berusia 88 tahun 11 bulan dengan tanggal lahir 30 Mei 1937. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto