Wali Kota Solo Temui Bupati Sukoharjo, Respati: Politik Isih Suwe
Iwan Kawul• Kamis, 30 April 2026 | 14:03 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi silaturahmi ke Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kamis (30/4). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi silaturahmi ke rumah dinas Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kamis (30/4).
Pertemuan tersebut disebut murni silaturahmi dan penguatan kolaborasi antarwilayah, tanpa agenda politik.
Pada kesempatan ini, Respati menegaskan kunjungannya ke Sukoharjo bertujuan membangun sinergi, khususnya dalam meningkatkan pusat-pusat ekonomi di wilayah perbatasan antara Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo.
“Ini agenda silaturahmi untuk kolaborasi meningkatkan tambahan pusat-pusat ekonomi di perbatasan-perbatasan. Jadi kan banyak warga Solo yang mungkin tinggal di Sukoharjo. Banyak warga Sukoharjo juga di Solo, kami ingin kolaborasi lebih luas,” ujar Respati.
Menurutnya, hubungan antara Solo dan Sukoharjo sangat erat karena mobilitas masyarakat yang tinggi di kedua wilayah. Karena itu, diperlukan kerja sama lintas daerah agar pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih optimal.
Respati juga menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan agenda politik tertentu. Ia menegaskan silaturahmi itu murni untuk kepentingan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyebut silaturahmi ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Intinya peningkatan ekonomi. Ini janji beliau untuk main ke Sukoharjo. Saya seneng lah, berbagi ilmu juga, kita berdua mikirin caranya melayani masyarakat dengan baik. Fokusnya ke itu,” ujar Etik.
Etik menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah menjadi penting karena banyak persoalan masyarakat yang saling berkaitan antarwilayah, mulai dari ekonomi, infrastruktur hingga pelayanan dasar.
Dengan komunikasi yang baik antara Solo dan Sukoharjo, diharapkan berbagai potensi kawasan perbatasan dapat dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (kwl/fer)