Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kado Pahit Hardiknas, Atap SDN Sukoharjo 02 Roboh

Iwan Kawul • Sabtu, 2 Mei 2026 | 11:11 WIB
(IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Atap bangunan di SD Negeri Sukoharjo 02 yang ambruk, bertepatan dengan Hardiknas, Jumat (1/5). IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (2/5) diwarnai kabar memprihatinkan.

Atap SD Negeri Sukoharjo 02, Kecamatan Sukoharjo Kota roboh akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk dimakan usia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo mengatakan, peristiwa Jumat malam (1/5), sekira pukul 23.00 WIB, saat kondisi sekolah dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Bangunan yang roboh itu merupakan satu deret yang terdiri dari tiga ruang kelas, satu ruang perpustakaan, dan satu ruang UKS. Sebenarnya sudah lama dikosongkan karena kondisi atapnya memang rusak berat dan membahayakan,” jelas Havid.

Baca Juga: Lakalantas Maut di Kartasura, Remaja 15 Tahun Meninggal Dunia Usai Terlibat Kecelakaan Beruntun

Havid menjelaskan, sebelumnya atap ruang perpustakaan sudah roboh lebih dulu saat bulan Ramadan lalu. Kemudian pada Jumat malam, giliran atap ruang kelas di sampingnya yang ikut ambruk.

Menurut Havid, penyebab utama robohnya atap tersebut karena usia bangunan yang sudah tua, kerusakan parah akibat rayap, serta belum pernah mendapatkan rehabilitasi total dari dinas.

“Bangunan itu sudah sangat tua, banyak kayu penyangga yang lapuk dimakan rayap. Kondisinya memang sudah masuk kategori rusak berat dan tidak memungkinkan hanya diperbaiki sebagian,” jelasnya.

Baca Juga: Tiga Bocah Lolos Dari Maut Usai Hanyut di Dam Colo Mojolaban Sukoharjo, Satu Dirawat Di Rumah Sakit

Selain bangunan yang telah roboh, pihaknya juga menemukan tiga ruang lain dengan kondisi atap yang sama-sama lapuk. Saat ini satu ruang sudah dikosongkan, sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) digeser dan digabung ke ruang lain yang masih aman digunakan.

Sebagai langkah jangka pendek, Disdikbud telah menginstruksikan agar seluruh area bangunan rusak berat dikosongkan dan siswa dilarang bermain di sekitar lokasi demi menghindari risiko kecelakaan.

“Untuk bangunan yang roboh itu memang tidak cukup kalau hanya tambal sulam. Harus rehab total, terutama untuk atap baja ringan tiga ruang beserta terasnya, dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp 300 juta,” terangnya.

Sementara itu, satu deret ruang lainnya yang kondisinya belum separah bangunan roboh masih tetap digunakan, meski satu ruang sudah dikosongkan untuk alasan keselamatan.

Havid menambahkan, SDN Sukoharjo 02 sebenarnya telah masuk dalam program Sekolah Terintegrasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun hingga saat ini realisasi program tersebut belum ada kejelasan.

Baca Juga: Aliansi BEM Solo Raya di May Day 2026: Sebut Pendidikan Sekarang Sekadar Mengenyangkan, Bukan Mencerdaskan

“Kami berharap program Sekolah Terintegrasi itu bisa segera direalisasikan karena kebutuhan perbaikan di sekolah ini memang sangat mendesak. Jangan sampai anak-anak harus belajar dalam kondisi yang tidak aman,” tandasnya.

Ironisnya, di tengah semangat peningkatan kualitas pendidikan pada momentum Hardiknas, masih ada sekolah yang harus berjuang dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan.

Atap roboh ini menjadi kado pahit yang mengingatkan bahwa keselamatan dan kelayakan ruang belajar masih menjadi pekerjaan rumah besar dunia pendidikan. 

Sebelumnya, Plafon dua ruang kelas di SD Negeri Ngasinan IV, Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu, ambrol pada Rabu (29/4) pagi. Beruntung, saat kejadian belum ada siswa yang berangkat ke sekolah sehingga tidak menimbulkan korban. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Atap sdn sukoharjo 2 ambruk #hardiknas #sukoharjo