Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Sidak Stok Beras Di Gudang Bulog Telukan Sukoharjo, DPR RI Semringah Panen Di Solo Raya Melimpah

Iwan Kawul • Selasa, 5 Mei 2026 | 17:08 WIB
Anggota DPR RI Adik Sasongko (dua dari kanan) dan Wabup Sukoharjo Eko Sapto Purnomo (dua dari kiri) sidak gudang Bulog Telukan, Selasa (5/5). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Anggota DPR RI Adik Sasongko (dua dari kanan) dan Wabup Sukoharjo Eko Sapto Purnomo (dua dari kiri) sidak gudang Bulog Telukan, Selasa (5/5). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Anggota DPR RI Adik Sasongko sidak gudang Bulog Telukan, Kecamatan Grogol, Selasa (5/5).

Di sana, Adik meninjau stok dan pengelolaan beras, termasuk serapan gabah dari petani. Selama kunjungan, ia memuji kinerja jajaran Bulog se Solo Raya.

Tak sendirian, saat sidak Adik didampingi Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo Eko Sapto Purnomo dan Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta Nanang Harianto.

Pada kesempatan ini, Adik menekankan pentingnya keamanan stok serta kualitas pengelolaan beras. 

“Hasilnya luar biasa. Kinerja Bulog sangat baik. Stok aman sampai akhir tahun, bahkan sampai menyewa gudang tambahan. Semangat terus, jangan kendor,” ujarnya.

Baca Juga: Desil 1-2 Jadi Prioritas Penjaringan Murid Baru Sekolah Rakyat Di Sukoharjo

Wabup Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menambahkan, keberadaan Bulog sangat strategis. Terutama dalam menghadapi potensi dampak perubahan iklim seperti fenomena El Nino Godzilla, yang berpotensi mengganggu produksi pertanian.

“Dengan kondisi iklim yang menantang, Bulog sebagai perpanjangan tangan pemerintah harus mampu menjalankan tugasnya. Dari hasil pengecekan, stok di gudang Bulog Telukan 3.500 ton. Sangat aman untuk kebutuhan cadangan pangan maupun bantuan pangan,” jelas Eko.

Eko juga mengapresiasi manajemen stok yang diterapkan. Berupa sistem first in first out (FIFO), sehingga kualitas beras tetap terjaga.

Baca Juga: Nestapa Penjaga Kantin Sekolah di Sukoharjo, Batal Naik Haji Karena Penyakit Gagal Ginjal

“Stok lama tinggal 180 ton. Artinya, pengelolaan berjalan baik. Bahkan gudang ini sudah dilengkapi fasilitas pengolahan, sehingga mampu menghasilkan beras premium,” bebernya.

Di tempat yang sama, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta Nanang Harianto menyebut secara keseluruhan stok beras di Solo Raya sangat mencukupi.

Saat ini, total stok mencapai 80.000 ton setara beras yang tersebar di berbagai gudang, termasuk gudang sewaan.

“Stok ini sangat melimpah, cukup hingga akhir tahun, bahkan sampai tahun depan. Kami memiliki sembilan komplek pergudangan dan tambahan gudang sewa. Semuanya sudah terisi penuh,” jelasnya.

Menurut Nanang, realisasi serapan gabah dari petani mencapai 62 persen atau 58.000 ton dari target tahunan sebanyak 93.000 ton. Mayoritas stok yang tersedia, merupakan hasil pengadaan 2026.

Untuk pembelian gabah, Bulog masih berpedoman pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram (kg) di tingkat petani. Namun, saat ini harga di lapangan sudah di atas Rp 7.400 per kg.

“Kami siap menyerap gabah petani sesuai ketentuan, terutama jika harga turun di bawah HPP. Sebagian besar pasokan berasal dari petani di Solo Raya, termasuk Sukoharjo,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#anggota dpr ri adik sasongko #gudang bulog telukan #panen padi solo raya #stok beras #sukoharjo