Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Trauma PMK Mereda, Penjualan Ternak Kurban Merangkak Naik Di Sukoharjo

Iwan Kawul • Rabu, 6 Mei 2026 | 17:25 WIB
(Iwan Kawul/Radar Solo)
SEHAT: Perawatan ternak di kandang milik Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Cabang Sukoharjo. (Iwan Kawul/Radar Solo)

 RADARSOLO.COM – Jelang Hari Raya Idul Adha 2026, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di Sukoharjo mulai meredup.

Imbasnya, peternak di Kota Makmur mengaku mengalami peningkatan penjualan kambing dan domba sapi sejak beberapa pekan terakhir.

Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Cabang Sukoharjo Wiyono menjelaskan, harga ternak kurban tahun ini relatif stabil. Harga domba di kisaran Rp 70.000 per kilogram (kg). Sedangkan kambing Rp 75.000-Rp 80.000 per kg.

Terkait stok, saat ini HPDKI Sukoharjo memiliki 2.000-3.000 ekor. Belum termasuk dari peternak yang lain.

Baca Juga: Calon Jamaah Haji Sukoharjo Didominasi Risiko Tinggi, Pendampingan Diperketat

Dengan jumlah tersebut, Wiyono memastikan kebutuhan masyarakat lokal masih dapat terpenuhi saat Idul Adha nanti, tanpa harus mendatangkan dari luar daerah.

“Kami memohon masyarakat Sukoharjo tidak perlu membeli dari daerah lain. Stok di sini masih cukup, sehingga perputaran ekonomi tetap di Sukoharjo,” ujar Wiyono.

Selain itu, aspek kesehatan ternak juga menjadi perhatian serius. Wiyono mengaku sejak sebulan terakhir, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo telah melakukan pemeriksaan rutin ke kandang-kandang peternak.

Baca Juga: Sampah Kotori Sungai dan Jalur Tengkorak Rawan Kecelakaan, Warga Gawok Sukoharjo Sambat Polisi

Pemeriksaan meliputi kualitas pakan, kesehatan hewan, hingga pemberian obat cacing sebagai langkah pencegahan penyakit.
Di sisi lain, tren pembelian hewan kurban mulai terlihat. Wiyono menyebut 20 persen lebih ternak telah terjual.

Hal senada disampaikan peternak asal Kecamatan Nguter Ebnu Setyo Sholeh. Ia mengaku kandangnya mulai ramai didatangi pembeli.

Seekor kambing atau domba, harganya Rp 2 juta-Rp 2,5 juta per ekor. Meskipun sebagian besar transaksi tetap mengacu pada sistem timbang.

Menariknya, pembeli yang telah melakukan transaksi umumnya memilih menitipkan hewan kurban di kandang, dan baru diambil saat mendekati hari penyembelihan. Layanan ini bagian dari servis peternak, sekaligus memberi peluang bagi hewan untuk bertambah bobot.

“Walaupun beratnya nanti bisa bertambah, harga tetap sesuai kesepakatan awal. Perawatan juga sama, baik yang sudah terjual maupun yang belum. Sesuai SOP kandang,” jelas Ebnu.

Dengan perawatan yang terjaga, mulai dari pakan hingga kebersihan kandang, para peternak memastikan hewan qurban yang diserahkan kepada pembeli berada dalam kondisi sehat dan layak saat hari raya tiba. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#hewan kurban #Penyakit Mulut dan Kuku #sukoharjo #PMK