RADARSOLO.COM - Seekor sapi berbobot jumbo milik peternak asal Kecamatan Polokarto terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha tahun ini.
Sapi jenis peranakan simental bernama Parikesit itu dipelihara di Mulyani Rejeki Farm, Sabtu (9/5).
Pemilik peternakan, Kuncoro Budi Santoso, mengatakan sapi bernama Parikesit tersebut berusia empat tahun dengan bobot mencapai 1 ton 13 kilogram.
Sapi itu merupakan hasil perawatan sejak kecil dari program inseminasi buatan.
"Ini dari kecil kami pelihara sendiri, hasil inseminasi buatan. Induknya PO, pejantan simental. Namanya Parikesit, diambil dari tokoh pewayangan," ujarnya.
Kuncoro menjelaskan, awal mula sapi miliknya bisa terpilih menjadi hewan kurban Presiden bermula dari monitoring yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo terhadap peternakan sapi di wilayah Sukoharjo.
“Dinas melakukan monitoring ke peternakan-peternakan, kemudian memilih mana yang terbaik untuk dijadikan hewan kurban Presiden,” katanya.
Menurutnya, sapi berukuran besar seperti Parikesit membutuhkan perlakuan khusus dalam perawatan sehari-hari.
Kebutuhan protein pakan harus dipenuhi di atas standar normal agar pertumbuhan dan kesehatannya tetap terjaga.
“Tentu ada perlakuan khusus. Sapi besar seperti ini butuh protein yang lebih banyak. Selain itu juga rutin diberi vitamin dan pengawasan ekstra,” ucapnya.
Bahkan setelah ditetapkan sebagai sapi kurban Presiden, pengawasan terhadap Parikesit dilakukan lebih ketat selama 24 jam.
“Pengawasannya tetap ekstra karena ini sudah menjadi sapi milik Pak Presiden. Dimandikan dua kali sehari, pakannya dijaga, kesehatannya dipantau terus,” imbuhnya.
Rencananya sapi kurban tersebut akan disalurkan ke Masjid Darissalam, Desa Cemani, Kecamatan Grogol. Kuncoro menyebut, ini merupakan kali kedua sapinya dipilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo.
Sebelumnya, pada masa Presiden Joko Widodo, peternakannya juga beberapa kali menyuplai sapi kurban kepresidenan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan keterlibatan dinas dalam proses penyiapan hewan kurban Presiden dimulai dari identifikasi ternak berkualitas unggul di Sukoharjo.
“Presiden selalu memberikan perhatian terhadap ternak yang akan digunakan sebagai hewan kurban. Kementerian Pertanian melalui Dinas Provinsi meminta kami melakukan identifikasi ternak yang kualitasnya di atas rata-rata,” jelasnya.
Dari hasil inventarisasi tersebut, sapi milik Kuncoro dinilai memenuhi kriteria dan kemudian diajukan ke Sekretariat Negara melalui sistem online lengkap dengan spesifikasi dan video call pemeriksaan ternak.
“Alhamdulillah setelah melalui proses panjang akhirnya disepakati untuk digunakan oleh Presiden,” ujarnya.
Bagas memastikan kondisi kesehatan sapi Parikesit dalam keadaan prima dan memenuhi syariat kurban.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan darah, feses, hingga kondisi anatomi ternak.
“Kami pastikan sehat. Vaksinasi PMK sudah dilakukan Februari lalu, pengobatan cacing terakhir 22 Maret, dan pengawasan kesehatan dilakukan terus menerus,” tandasnya. (kwl)
Editor : Nur Pramudito