Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Desa Pranan Sukoharjo Kembangkan Wisata Edukasi: Integrasikan Kandang Komunal dan Kebun KWT 16 RT

Iwan Kawul • Minggu, 10 Mei 2026 | 12:14 WIB
Pemerintah Desa Pranan mulai mengembangkan wisata edukasi berbasis pertanian dan peternakan melalui kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) di kawasan kandang komunal, Minggu (10/5). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Pemerintah Desa Pranan mulai mengembangkan wisata edukasi berbasis pertanian dan peternakan melalui kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) di kawasan kandang komunal, Minggu (10/5). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, terus memperkuat identitasnya sebagai desa wisata. 

Tak hanya mengandalkan wisata jambu yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat, kini Pemerintah Desa Pranan mulai mengembangkan wisata edukasi berbasis pertanian dan peternakan melalui kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) di kawasan kandang komunal, Minggu (10/5/2026).

Seratusan ibu-ibu dari berbagai RT tampak mulai menanam aneka sayuran di lahan yang telah dipetak-petak oleh pemerintah desa.

Baca Juga: Setelah 50 Unit Mobil, Kini 67 Unit Truk Operasional Koperasi Merah Putih Mulai Tiba di Klaten Tiba Bertahap

Uniknya, setiap RT memiliki kapling sendiri untuk dikelola bersama warga.

Kepala Desa Pranan Sarjanto mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata edukasi terintegrasi di desa setempat.

Kawasan kandang komunal seluas 5.600 meter persegi di tanah kas desa itu nantinya tidak hanya diisi ternak sapi dan kambing, tetapi juga kebun sayur dan berbagai aktivitas edukatif untuk masyarakat maupun pelajar.

“Ini warga masyarakat Desa Pranan, terutama ibu-ibunya yang dominan dalam rangka membuat kebun KWT. Jadi berkebun sayur di satu lokasi yang sama di kandang komunal,” ujar Sarjanto.

Menurutnya, konsep wisata yang dikembangkan bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga ruang interaksi sosial warga.

Pemerintah desa membagi lahan menjadi 16 kapling sesuai jumlah RT di Desa Pranan.

Baca Juga: Efisiensi Belanja Pegawai Makin Ketat: Pemkab Boyolali Kaji Rencana Regrouping Sekolah, Honorer Tunggu Instruksi Pusat

“Jadi masing-masing kapling setiap sore itu warganya sudah ke sini untuk memelihara tanaman. Ada keluarga juga yang ikut. Otomatis antarwarga dan antar-RT jadi terjalin komunikasi dan harapan kita masyarakat semakin akrab,” ungkapnya.

Tak hanya aktivitas berkebun, kawasan tersebut juga dirancang menjadi pusat kegiatan warga.

Pemerintah desa berencana menggelar senam bersama rutin setiap Minggu pagi untuk ibu-ibu KWT dan masyarakat sekitar.

Sarjanto menjelaskan, Desa Pranan kini telah resmi menyandang status desa wisata berdasarkan SK Bupati Sukoharjo.

Karena itu, berbagai potensi desa mulai diintegrasikan menjadi satu paket wisata edukatif yang murah dan mudah dijangkau masyarakat.

Baca Juga: Bikin Panik, Ular Kobra Sepanjang 1 Meter Sembunyi di Dalam Bodi Motor Warga Prambanan Klaten

“Kita sudah dapat SK Bupati Sukoharjo menjadi desa wisata. Salah satu destinasi wisatanya adalah wisata edukatif yang isinya tanaman sayur, KWT, kemudian kandang komunal, terus nanti ada edukasi bagaimana anak-anak diajari cara menanam,” jelasnya.

Ia menambahkan, wisata jambu yang selama ini menjadi ikon Desa Pranan tetap dipertahankan.

Namun keberadaan kandang komunal dan kebun KWT akan menjadi pelengkap agar wisata desa tetap hidup sepanjang tahun, tidak tergantung musim panen jambu.

“Kalau jambu kan musiman dan lokasinya tersebar di rumah penduduk maupun kebun di sawah. Artinya kandang komunal dan kebun KWT ini melengkapi wisata jambu,” katanya.

Ke depan, Desa Pranan menargetkan kawasan tersebut menjadi tujuan wisata edukasi bagi anak-anak sekolah.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Embarkasi Solo Wafat di Medan, sang Istri Ungkap Detik-detik Akhir di Perjalanan

Selain belajar bercocok tanam, pengunjung juga dapat mengenal peternakan dan kehidupan desa secara langsung.

“Anak-anak sekolah nantinya bisa wisata di Desa Pranan yang murah dan tentunya edukatif,” tandas Sarjanto. (kwl)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kebun kwt #wisata edukasi #Desa Pranan #kandang komunal #sukoharjo