RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo menyiapkan tim khusus untuk melakukan pengawasan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Iduladha 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman, sehat, dan layak konsumsi.
Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, tim pengawasan akan diterjunkan langsung ke sejumlah lokasi penyembelihan hewan kurban di berbagai wilayah.
Baca Juga: Prioritas Afirmasi bagi Anak Yatim, DPRD Solo Pastikan Keadilan Akses Pendidikan di SPMB 2026
Tim tersebut melibatkan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) bersama tenaga paramedis veteriner.
Menurut Bagas, pengawasan tidak hanya dilakukan pada proses penyembelihan, tetapi juga pemeriksaan kesehatan daging kurban di lapangan.
Hal itu penting untuk mencegah beredarnya daging yang tidak memenuhi standar kesehatan.
“Distankan Sukoharjo akan membentuk tim pengawasan saat pelaksanaan kurban nanti. Tim ini melibatkan PDHI dan tenaga paramedis veteriner untuk melakukan monitoring proses penyembelihan serta pemeriksaan daging kurban di lapangan,” ujar Bagas, Minggu (10/5).
Ia menegaskan, pengawasan dilakukan agar masyarakat merasa aman saat menerima maupun mengonsumsi daging kurban.
Apalagi pada momentum Iduladha, distribusi daging dilakukan dalam jumlah besar dan menjangkau banyak warga.
Baca Juga: Wali Kota Solo: "Laporkan jika SPPG Bermasalah, Kami Beri Sanksi Langsung Demi Kualitas MBG"
Bagas menyebut, apabila ditemukan daging yang tidak layak konsumsi atau tidak memenuhi persyaratan kesehatan, petugas akan langsung mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tim kami nanti akan turun melakukan pemantauan dan pengawasan. Kalau ada daging yang tidak memenuhi syarat kesehatan maupun ketentuan lainnya, akan segera ditindak supaya tidak membahayakan masyarakat,” tandasnya.
Selain pengawasan daging, tim juga akan memberikan edukasi kepada panitia kurban terkait tata cara penyembelihan yang higienis dan penanganan daging yang benar.
Dengan demikian, kualitas daging kurban tetap terjaga hingga sampai ke tangan masyarakat. (kwl)
Editor : Tri Wahyu Cahyono