RADARSOLO.COM – Perum Bulog bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo kembali distribusikan MinyaKita ke pedagang, Senin (11/5).
Kali ini sasarannya pedahang Pasar Kadipolo, Laweyan. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk sosialisasi harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita Rp 15.700 per liter.
Pimpinan Cabang Bulog Nanang Harianto menjelaskan, distribusi MinyaKita di Pasar Kadipolo dilakukan rutin setiap pekan.
Tercatat 17 pedagang ikut dalam tahap distribusi awal tersebut.
Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Anjlok Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Terbaru
“Nanti dengan kesepakatan akan rutin setiap minggu. Kami dropping minimal 10 karton tiap pedagang, menyesuaikan stok yang ada di kami,” jelas Nanang.
Nanang menambahkan, langkah tersebut untuk pengendalian harga MinyaKita di pasaran.
“Kami dari Bulog menjual Rp 14.500, sedangkan pengecer wajib Rp 15.700,” tegasnya.
Saat ini stok minyak goreng Bulog mencapai 88 ribu liter. Dalam waktu dekat akan ditambah 24 ribu liter lagi dari produsen. Distribusi nantinya dilakukan bertahap ke sejumlah pasar tradisional di Kota Bengawan.
“Kami akan terus dropping rutin, sehingga kelangkaan tidak terjadi. Nantinya. pasokan juga terus ditambah oleh pemerintah,” beber Nanang.
Terkait distribusi MinyaKita di Solo, mencapai 295 ribu liter. Pasar Legi menjadi penerima terbesar sebanyak 194 ribu liter, Pasar Nusukan 81 ribu liter, serta Pasar Jongke dan Pasar Gede masing-masing 20 ribu liter.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pengembangan Disdag Solo Arik Rahmadhani menyatakan, seluruh pengecer MinyaKita wajib memiliki NIB.
“Dinas perdagangan bersama DPMPTSP akan datang ke Pasar Kadipolo untuk membantu pembuatan NIB bagi pedagang,” ujarnya.
Selain itu, Satgas Pangan dan Polresta Surakarta juga rutin pantauan harga di pasar-pasar. Meski mayoritas pedagang menjual sesuai HET, namun ada saja yang nakal dengan menjual Rp 20 ribu per liter.
Selain distribusi pasar, disdag juga menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di 15 kelurahan secara bergantian. Selain MinyaKita, ada beras SPHP, gula, dan tepung terigu.
“Harga MinyaKita di pasar murah Rp 15.500 per liter, masih di bawah HET. Sedangkan beras Rp 15 ribu. pembelian minyak maksimal dua botol per orang,” beber Arik. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto