RADARSOLO.COM – Pemerintah Kecamatan Gatak mulai menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di sekitar Pasar Tanjungrejo, Desa Blimbing.
Langkah tersebut dilakukan menyusul banyaknya aduan masyarakat terkait kemacetan dan keruwetan arus lalu lintas di kawasan timur Stasiun Gawok tersebut.
Camat Gatak Wanto mengatakan, kemacetan paling parah terjadi setiap pagi pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB. Kemudian sore hari pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB.
Kondisi itu dipicu banyaknya PKL yang berjualan di badan jalan, parkir liar di bahu jalan, hingga padatnya kendaraan yang melintas.
“Kami menindaklanjuti laporan dan keluhan masyarakat terkait kemacetan di sekitar Pasar Tanjungrejo. Karena itu dilakukan sosialisasi kepada para pedagang dan pemilik usaha agar tercipta ketertiban lalu lintas,” ujarnya, Selasa (12/5).
Menurut Wanto, keberadaan PKL di pinggir jalan sekitar pasar semakin lama semakin bertambah sehingga mempersempit ruas jalan. Selain itu, parkir liar di sekitar stasiun kereta api dan area pasar juga dinilai memperparah kemacetan.
“Kami akan mengkaji titik-titik parkir yang selama ini digunakan, apakah memang diperbolehkan atau tidak. Kendaraan roda empat yang parkir di pinggir jalan juga sudah beberapa kali diberikan peringatan, namun masih banyak yang melanggar,” katanya.
Ia juga menyoroti banyaknya lapak kosong di dalam pasar karena pedagang memilih berjualan di luar area pasar. Kondisi tersebut menyebabkan lingkungan pasar terlihat kumuh dan tidak tertata.
Sementara itu, Kapolsek Gatak Hadi Sumaryono menyampaikan pihaknya juga menerima banyak laporan terkait proyek pemasangan pipa air minum PDAM di sekitar pasar yang mengganggu arus lalu lintas.
“Dari Polsek sudah memanggil pelaksana proyek agar segera menyelesaikan pekerjaan pemasangan pipa di sekitar Pasar Tanjungrejo. Namun sampai saat ini belum juga selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan PKL diminta tidak lagi berjualan di trotoar maupun badan jalan. Selain itu, parkir liar juga harus ditertibkan dengan menghadirkan pengelola parkir resmi.
“Kami juga mengimbau pemilik usaha agar menyediakan tempat parkir sendiri sehingga tidak menggunakan badan jalan. Hari ini sosialisasi dilakukan sebagai peringatan agar ke depan arus lalu lintas berjalan aman dan tertib,” tegasnya.
Kepala Desa Blimbing Suwarjo menambahkan, kemacetan di kawasan tersebut belakangan kerap menjadi sorotan di media sosial.
Menurutnya, kondisi itu dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat, bertambahnya perjalanan kereta api, proyek galian pipa air, parkir liar, hingga keberadaan PKL di pinggir jalan.
“Saat ini sebagian PKL di depan kantor kecamatan dan depan SMP Negeri 1 Gatak sudah mulai berkurang. Namun penataan masih perlu dilakukan di sepanjang jalan arah selatan,” katanya.
Ia juga menilai perilaku pembeli yang enggan turun dari kendaraan dan memilih bertransaksi di pinggir jalan turut memperparah kemacetan. Selain itu, adanya dugaan penarikan retribusi liar juga dinilai mengganggu pendapatan pasar resmi. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto