RADARSOLO.COM – Penjangkauan calon murid Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sukoharjo masih terus dilakukan hingga medio Juni.
Dari hasil pendataan sementara per Senin (18/5), jumlah calon peserta didik jenjang SD masih relatif minim dibandingkan jenjang SMP dan SMA.
Data sementara Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, baru satu murid yang berminat masuk Sekolah Rakyat Dasar (SRD).
Kemudian Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) hanya 20 murid. Sedangkan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 murid.
Baca Juga: Sukoharjo Tolak Halus Wacana Relokasi Pasar Ayam, Karena Lahan Terbatas
Padahal, kursi yang disediakan tiap jenjang mencapai 90 murid atau tiga rombongan belajar (rombel).
Menurut Kepala Dinsos Sukoharjo Yunia Wahdiyati, penjangkauan murid baru SRD menjadi tantangan tersendiri. Sebab pendidikan yang diterapkan menggunakan sistem boarding atau asrama.
“Bagi anak SD memang agak sulit kalau harus boarding. Banyak orang tua yang masih belum siap jika anak usia SD tinggal di asrama,” jelas Yunia, kemarin (19/5).
Apa pun tantangan yang membentang di depan mata, Yunia tetap optimistis jumlah calon murid baru SR akan bertambah. Sebab masa penjangkauan masih berlangsung hingga medio Juni mendatang.
“Semoga nanti semakin banyak peminatnya. Sebab penjangkauan masih terus kami lakukan sampai bulan depan,” imbuhnya.
Di sisi lain, penjangkauan yang dilakukan Dinsos Sukoharjo akan menyasar panti anak maupun Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Sebab lembaga ini memiliki potensi menyumbang calon murid dalam jumlah besar.
Baca Juga: Sukoharjo Waspada Hantavirus, Skrining Di 12 Puskesmas Dan Seluruh Rumah Sakit
“Kami juga mengupayakan penjangkauan di panti anak dan LKSA. Menurut saya, di sana potensinya ada,” beber Yunia.
Sementara itu, program SR bertujuan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan konsep pendidikan asrama.
Pemerintah berharap program tersebut mampu memperluas layanan pendidikan, sekaligus membentuk karakter dan kemandirian peserta didik. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto