Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Yayasan Hidayatul Muchsinin Larang Pegawai SPPG Joget TikTok

fery ardi susanto • Rabu, 20 Mei 2026 | 12:23 WIB
Grand launching SPPG Kenokorejo, Kecamatan Polokarto, Selasa (20/5). Seluruh pegawai SPPG dilarang joget TiktTok.
Grand launching SPPG Kenokorejo, Kecamatan Polokarto, Selasa (20/5). Seluruh pegawai SPPG dilarang joget TiktTok.

RADARSOLO.COM – Ketua Yayasan Hidayatul Muchsinin, Sugiono melarang seluruh mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di bawah yayasannya melakukan joget-joget saat live TikTok maupun mengunggah konten yang dinilai tidak tepat di media sosial.

Larangan disampaikan saat grand launching SPPG Kenokorejo, Kecamatan Polokarto, Selasa (20/5).

Sugiono mengatakan, larangan tersebut dilakukan untuk menjaga marwah program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak menjadi bahan narasi negatif di media sosial.

Ia juga menyinggung adanya kasus di daerah lain yang menurutnya menjadi bumerang setelah video joget mitra SPPG viral di TikTok.

Baca Juga: Buru DPO 'BABAHE', Satresnarkoba Polres Sukoharjo Gulung Dua Pengedar Sabu di Cemani

“Karena kita harus menjaga semuanya. Saat ini banyak orang mengedit live TikTok, mengedit video akhirnya jadi bumerang. Kayak kemarin di Bandung ada mitra joget-joget, akhirnya sama orang yang tidak senang dengan program MBG dibuat narasi yang tidak jelas dan tidak bagus,” ujarnya.

Karena itu, Sugiono menegaskan di bawah yayasannya tidak diperbolehkan ada dokumentasi berlebihan di dalam dapur SPPG. Dokumentasi tetap diperbolehkan, namun hanya sebatas menu makanan dan kandungan gizinya.

Baca Juga: Rumah di Wirun Sukoharjo Terbakar, Diduga Api Dari Bara Tungku Dapur

“Dokumentasi boleh, tapi khusus untuk menu-menu yang kita sajikan. Kandungan gizinya sekian dan sebagainya. Karena kita semua harus saling menjaga,” katanya.

Ia menilai program MBG saat ini menjadi perhatian publik sehingga seluruh pihak yang terlibat harus berhati-hati dalam membuat konten media sosial. Menurutnya, kesalahan kecil dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Sugiono menjelaskan, Yayasan Hidayatul Muchsinin saat ini telah memiliki delapan titik SPPG aktif dan ditargetkan terus bertambah.

Di Sukoharjo, yayasan menyiapkan lima titik dapur MBG yang tersebar di wilayah pinggiran seperti Polokarto, Bendosari, dan Nguter.

“Fokus kami memang wilayah pinggiran, bukan kota. Bukan berarti mengucilkan wilayah kota, tapi supaya manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat pinggiran,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep tersebut sejalan dengan arah kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mulai menyasar daerah 3T. Menurutnya, pemerataan program MBG penting agar tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan.

“Pulau Jawa mungkin dapurnya sudah ribuan, tapi di NTT dan Papua masih bisa dihitung jari. Makanya saya fokus wilayah tertentu dan pinggiran supaya bukan orang kota saja yang menikmati MBG,” imbuhnya.

Untuk operasional SPPG Kenokorejo, Sugiono menyebut tahap awal akan melayani sekitar 900 penerima manfaat mulai pekan depan. Jumlah tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga kapasitas maksimal 2.000 penerima manfaat.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Di Sukoharjo Sepi Peminat, Orang Tua Tak Rela Murid Tinggal Di Asrama

“Nanti kita cek dulu SDM-nya. Kalau memang mampu, kita naikkan bertahap 300 lagi sampai maksimal 2.000,” katanya.

SPPG Kenokorejo nantinya menyasar sekitar 10 sekolah dari berbagai jenjang mulai TK, PAUD, SD, MTs, SMP hingga kelompok B3 seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Namun untuk tahap awal, distribusi diprioritaskan kepada sasaran yang datanya telah siap.

Selain itu, Sugiono juga membuka peluang bagi pelaku UMKM desa untuk menjadi pemasok bahan pangan di dapur SPPG Kenokorejo. Ia meminta pemerintah desa turut mendorong usaha warga agar bisa terlibat dalam program tersebut.

“Saya sudah sampaikan ke Kepala Desa Kenokorejo, kalau ada usaha UMKM silakan masuk ke SPPG. Tujuan MBG ini bukan untuk kalangan tertentu, tapi merekrut orang desa dan UMKM supaya ikut bergerak. Sayur, telur ayam, silakan masuk yang penting kualitas nomor satu,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Launching SPPG Kenokorejo #Yayasan hidayatul muchsinin #tiktok #SPPG #sukoharjo