RADARSOLO.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto resmi ditutup, Kamis (21/5).
Seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dalam program lintas sektoral tersebut berhasil diselesaikan 100 persen setelah dikerjakan selama 30 hari.
Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Syahputra mengatakan, TMMD menjadi bentuk nyata kolaborasi antara TNI/Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan edukasi.
Baca Juga: Gunungan Sampah Bikin Pasar Gawok Sukoharjo Kumuh, Pedagang Sambat
”Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat. Kehadiran TMMD diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus melibatkan mereka secara langsung dalam prosesnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sasaran fisik TMMD kali ini meliputi pembangunan dua unit jembatan, dua titik talut jalan, serta perbaikan jalan makadam sepanjang ratusan meter.
Infrastruktur tersebut dibangun untuk memperlancar mobilitas warga dan mendukung distribusi hasil pertanian di wilayah Genengsari.
Baca Juga: Dosen Predator FEBI UIN Solo Dinonaktifkan, Kembali Ancam Korban Ungkit Nilai Matkul Tidak Lulus
Menurut Reza, pembangunan jembatan dalam program ini merupakan perbaikan dari jembatan yang sebelumnya sudah ada namun kondisinya kurang memadai.
Dengan jembatan baru tersebut, akses masyarakat diharapkan menjadi lebih aman dan lancar, terutama saat musim hujan.
Adapun rincian pembangunan fisik meliputi Jembatan I sepanjang 6 meter dengan lebar 3,5 meter dan tinggi 4,5 meter. Sedangkan Jembatan II memiliki panjang 4 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi 3,75 meter.
Selain itu, talut Jalan I dibangun sepanjang 10,2 meter dan talut Jalan II sepanjang 290 meter dengan ukuran lebar atas 30 sentimeter, lebar bawah 50 sentimeter, serta tinggi 70 sentimeter.
Tak hanya pembangunan fisik, TMMD juga diisi berbagai kegiatan nonfisik seperti pembinaan wawasan kebangsaan, sosialisasi keluarga berencana (KB), pencegahan stunting, penyuluhan pertanian, hingga pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat.
Baca Juga: SPEK-Ham Sarankan Mahasiswi UIN Solo Korban Dosen Prdator Untuk Cari Pendampingan Di Luar Institusi
Reza menilai keterlibatan warga selama proses TMMD menjadi salah satu kekuatan utama keberhasilan program tersebut.
Partisipasi masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki, sehingga hasil pembangunan dapat dirawat dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.
”Kami akan melaksanakan kegiatan ini sebaik-baiknya sesuai amanah, dengan komitmen TMMD melangkah membangun desa. Seluruh sasaran, baik fisik maupun nonfisik, diharapkan berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ungkapnya. (kwl/adi)
Editor : fery ardi susanto