Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Olah Daging Kurban Sehat, Penyakit Minggat: Peralatan Masak Harus Bersih

Iwan Kawul • Selasa, 26 Mei 2026 | 13:10 WIB
Ilusttasi pemotong daging kurban saat Idul Adha 2025 lalu. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Ilustrasi pemotong daging kurban saat Idul Adha 2025 lalu. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Mengonsumsi daging kurban secara berlebihan atau pengolahan yang kurang higienis bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.

Mulai dari masalah pencernaan seperti sembelit dan GERD, hingga kolesterol, asam urat, dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, pengolahan daging yang menggunakan peralatan tidak higienis, juga bisa memicu penyakit.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan dan kesehatan dalam pengolahan maupun konsumsi daging kurban.

Baca Juga: Gerebek Markas Sindikat Penipuan Online Internasional di Solo Baru, Polda Jateng Sita 117 Barang Bukti: Targetkan 5 Ribu Korban Warga Asing

Imbauan tersebut disampaikan agar daging yang dikonsumsi masyarakat tetap aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Kepala Dinkes Sukoharjo Tri Tuti Rahayu mengatakan, masyarakat perlu memahami cara penanganan daging kurban yang benar untuk mencegah gangguan kesehatan maupun risiko kontaminasi pangan.

“Dalam rangka Hari Raya Idul Adha, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar memerhatikan keamanan dan kesehatan dalam pengolahan, serta konsumsi daging kurban. Sehingga daging yang dikonsumsi aman, sehat, utuh, dan halal,” jelas Tri Tuti, .Selasa (26/5).

Baca Juga: Teror 'Setan Gepeng' Bawa Dampak Buruk Bagi Anak Di Sukoharjo, Ajak Untuk Gemar Membaca

Masyarakat sebaiknya memilih daging kurban yang berasal dari hewan sehat dan telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan.

Selain itu, proses pengolahan juga harus dilakukan secara higienis untuk mencegah kontaminasi silang antara daging mentah dan makanan matang.

Tri Tuti menambahkan, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah mengolah daging sangat penting dilakukan.

Peralatan memasak seperti pisau, talenan, hingga wadah penyimpanan juga harus dipastikan dalam kondisi bersih.

“Kalau daging tidak langsung dimasak, sebaiknya disimpan di lemari pendingin atau freezer. Jangan dibiarkan terlalu lama di suhu ruang karena bisa memicu pertumbuhan bakteri,” terangnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan daging dimasak hingga matang sempurna guna membunuh kuman, bakteri, maupun parasit yang mungkin masih terdapat pada daging.

Selain itu, dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi daging kurban, terutama bagian berlemak dan jerohan.

Menurutnya, konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan bagi penderita hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, maupun penyakit jantung.

“Batasi konsumsi lemak dan jeroan. Imbangi dengan sayur, buah, dan air putih agar pola makan tetap sehat selama Idul Adha,” imbuhnya.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Sukoharjo Nihil Penyakit PMK

Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong masyarakat menggunakan kantong ramah lingkungan dan bersih saat distribusi daging kurban untuk menjaga kebersihan sekaligus kesehatan lingkungan.

Tri Tuti berharap pelaksanaan Iduladha tahun ini dapat berlangsung sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Sukoharjo.

“Mari bersama-sama menjaga kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan selama pelaksanaan Iduladha agar masyarakat tetap sehat dan nyaman,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#idul adha #higienis #penyakit #sukoharjo #daging kurban