RADARSOO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo mendorong pengembangan pertanian modern berbasis teknologi, melalui budi daya melon hidroponik premium.
Melon varietas Sweet Lavender ini dikembangkan petani milenial di Mangun Farm, Desa Malangan, Kecamatan Bulu.
Panen melon perdana dihadiri Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno bersama tim, Jumat (29/5).
Di sana, Bagas langsung mencoba melon yang dipanen dari pohonnya untuk menunjukkan kualitas buah premium hasil budi daya petani muda.\
Baca Juga: Air Sendang Eyang Sulur Pandan Berkhasiat Obati Penyakit, Lokasinya Cocok Untuk Laku Spiritual
“Pagi ini kami bersama tim dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo berada di Mangun Farm Desa Malangan, Kecamatan Bulu. Kami launching panen melon hidroponik varietas Sweet Lavender produksi petani milenial Sukoharjo,” ujar Bagas.
Bagas mengatakan, melon premium tersebut memiliki aroma khas dan kualitas rasa yang baik sehingga berpotensi menjadi produk unggulan pertanian modern di Sukoharjo.
Bahkan, masyarakat pecinta buah premium dipersilakan datang langsung untuk melihat proses budidaya sekaligus menikmati hasil panennya.
Baca Juga: Warga Perumahan Di Sukoharjo Ramai-Ramai Sembelih Kurban Di RPH
“Kami coba langsung dari pohonnya. Aromanya sangat khas. Bagi penggemar melon premium silakan datang ke Mangun Farm Malangan Bulu Sukoharjo,” katanya.
Menurut Bagas, keberhasilan budidaya melon hidroponik tersebut tidak lepas dari pemanfaatan teknologi internet of things (IoT) yang dirancang langsung oleh petani muda setempat.
Teknologi tersebut digunakan untuk mengatur kebutuhan nutrisi tanaman secara otomatis melalui sistem hidroponik pintar.
Ia menjelaskan, alat nutrisi hidroponik berbasis IOT itu dirancang dan dikoding langsung di greenhouse Mangun Farm oleh petani milenial yang dipimpin Mangun.
Sistem tersebut memungkinkan seluruh proses budidaya dipantau dan dikendalikan melalui aplikasi Android.
“Ini teknologi internet of things yang digunakan teman-teman petani milenial di Kabupaten Sukoharjo. Dengan teknologi ini, budidaya melon hidroponik bisa menghasilkan kualitas premium,” ungkapnya.
Bagas menambahkan, alat tersebut bekerja otomatis menyesuaikan kondisi tanaman dan program yang telah dibuat.
Teknologi itu dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian.
“Mas Mangun telah melakukan riset dan membuat coding sendiri. Alat ini membantu secara otomatis dan budidaya dapat dikendalikan melalui aplikasi Android,” jelasnya.
Distankan Sukoharjo berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian modern.
Selain meningkatkan produktivitas, penerapan teknologi dinilai mampu membuat pertanian lebih menarik dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Pertanian sekarang harus maju, modern, dan berbasis teknologi. Anak-anak muda Sukoharjo sudah membuktikan bahwa pertanian bisa berkembang dengan inovasi digital,” tandas Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto