Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemkab Sukoharjo Dorong Jamu Tradisional Jadi Welcome Drink di Hotel-Hotel

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:59 WIB
Pembukaan agenda Festival Jamu Nusantara yang diselenggarakan di Syariah Hotel Solo, Sabtu (30/5/2026). (JALU/RADAR SOLO)
Pembukaan agenda Festival Jamu Nusantara yang diselenggarakan di Syariah Hotel Solo, Sabtu (30/5/2026). (JALU/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Pemkab Sukoharjo menjalin kemitraan dengan pelaku usaha herbal dan jaringan perhotelan guna memperluas jangkauan pasar jamu tradisional ke tingkat internasional.

Salah satu langkah taktis yang diinisiasi adalah mendorong penggunaan jamu sebagai minuman penyambutan (welcome drink) bagi para tamu hotel domestik maupun mancanegara.

Komitmen perluasan pasar tersebut ditandai dengan pembukaan agenda Festival Jamu Nusantara yang diselenggarakan di Syariah Hotel Solo, Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga: Tak Punya HP Android untuk Unduh Aplikasi Cek Bansos 2026? Ini 3 Jalur Alternatif Cek Nama Penerima PKH-BPNT via Offline

Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional ke-18 ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo yang hadir mewakili Bupati.

Festival ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemkab Sukoharjo, Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Jawa Tengah, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sukoharjo, Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI), serta manajemen Lorin Group.

Ini menjadi kali pertama peringatan Hari Jamu Nasional dikonsep dengan mengintegrasikan sektor perhotelan secara masif.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Sukoharjo Sumarno menjelaskan, sektor akomodasi perhotelan dinilai menjadi etalase yang efektif untuk mengenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih heterogen.

"Kami ingin jamu menjadi ikon Kabupaten Sukoharjo yang nantinya bisa go international, tidak hanya dikenal secara lokal maupun nasional, tetapi juga di tingkat global," kata Sumarno saat memberikan keterangan pers di sela kegiatan, Sabtu.

Sumarno mengharapkan standardisasi welcome drink berbasis jamu ini tidak hanya berhenti di Syariah Hotel Solo.

Baca Juga: Kapan Hari Terakhir Penyembelihan Hewan Kurban 2026? Jangan Terlewat, Ini Batas Tanggal dan Jamnya

Melainkan dapat direplikasi oleh seluruh manajemen hotel di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah, hingga skala nasional.

"Hotel dikunjungi tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga tamu nasional dan mancanegara. Karena itu kami berharap jamu bisa diperkenalkan sebagai welcome drink," jelasnya.

Berdasarkan data dinas, Kabupaten Sukoharjo saat ini memiliki basis produksi yang kuat dengan total sekitar 2.513 pelaku UMKM jamu.

Sektor ini mencakup profesi penjual jamu gendong, pedagang keliling, warung jamu, usaha penggilingan, hingga industri rumahan produsen jamu instan modern.

Baca Juga: Gaji Ke-13 CPNS dan PPPK, Apakah Juga Cair 2 Juni 2026? Simak Aturan Resmi dan Komponennya

"Kami terus mendorong perajin meningkatkan kualitas produknya. Harapannya jamu bisa masuk ke berbagai sektor usaha, termasuk hotel sebagai welcome drink," tambah Sumarno.

Manager Lorin Syariah Hotel Solo Joko Susilo menerangkan bahwa pihaknya merespons kerja sama ini dengan meluncurkan inovasi produk minuman baru berupa teknik mixology atau perpaduan antara ekstrak kopi dengan racikan jamu tradisional.

"Tren 2026 adalah functional coffee. Karena itu kami mencoba membuat mixology antara kopi dan jamu yang bisa menjadi produk baru sekaligus sarana mengenalkan jamu kepada masyarakat," terang Joko Susilo.

Pihak hotel memperkenalkan lima varian menu fungsional baru, meliputi Kopi Jahe Merah, Es Kunyit Latte, Kopi Temulawak Tonic, Wedang Kopi Secang, dan Kopi Beras Kencur Frappe sebagai opsi minuman resmi hotel.

Sementara itu, Direktur Eksekutif GP Pengusaha Jamu Jawa Tengah Stefanus Handoyo Saputro menggarisbawahi pentingnya melakukan rebrand produk jamu agar dapat diterima sebagai gaya hidup (lifestyle) baru oleh generasi muda.

"Kami ingin menjadikan jamu sebagai lifestyle generasi muda. Selama ini banyak anak muda yang belum mengenal jamu secara dekat, padahal manfaatnya sangat baik untuk kesehatan," kata Stefanus.

Baca Juga: Gaji Ke-13 CPNS dan PPPK, Apakah Juga Cair 2 Juni 2026? Simak Aturan Resmi dan Komponennya

Ia menambahkan, modifikasi rasa menjadi instrumen penting agar jamu tidak lagi diidentikkan dengan rasa yang pahit. "Anak-anak muda perlu tahu bahwa jamu tidak selalu pahit. Banyak varian jamu yang rasanya enak, segar, dan bisa mengikuti perkembangan zaman," jelasnya.

Ketua PHRI Sukoharjo, Omma Nuryanto, menyambut positif skema kemitraan ini dan memastikan hotel-hotel di bawah naungannya siap memberikan ruang bagi produk UMKM lokal.

"Hotel-hotel di Sukoharjo selama ini sudah bekerja sama dengan UMKM. Salah satunya melalui penyediaan welcome drink jamu. Kami juga memberikan ruang bagi UMKM untuk memasarkan produknya di hotel-hotel kami," pungkas Omma. (hj)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#welcome drink jamu #jamu masuk hotel #pemkab sukoharjo #Syariah Hotel Solo