Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Benahi Kemacetan Di Timur Stasiun Gawok Sukoharjo, Rambu-Rambu Mulai Dipasang

Iwan Kawul • Minggu, 31 Mei 2026 | 11:32 WIB
Pemasangan rambu larangan parkir di depan SMPN 1 Gatak, Sukoharjo. (Dok. Camat Gatak)
Pemasangan rambu larangan parkir di depan SMPN 1 Gatak atau timur Stasiun Gawok, Sukoharjo. (Dok. Camat Gatak)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mulai melakukan penataan kawasan kantor Kecamatan Gatak, terutama di timur Stasiun Gawok yang jadi langganan macet di jam-jam tertentu.

Berupa pemasangan rambu larangan parkir di sejumlah titik,yang selama ini menjadi biang kemacetan.

Salah satu rambu dipasang di depan SMP Negeri 1 Gatak, sementara rambu lama di sisi barat juga diganti karena kondisinya sudah tidak terlihat jelas.

Camat Gatak Wanto mengatakan, penataan lalu lintas dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurai kepadatan kendaraan di kawasan yang menjadi salah satu simpul aktivitas masyarakat tersebut.

Baca Juga: Si Jago Merah Mengamuk Di Sukoharjo, Lalap Gudang Kabel Dan Usaha Besi Bekas

"Baru satu titik yang dipasang rambu larangan parkir di depan SMPN 1 Gatak. Kemudian ada penggantian rambu yang sebelah barat karena sudah tidak terlihat," ujar Wanto saat dikonfirmasi, Minggu (31/5).

Menurutnya, pemerintah juga berencana memasang rambu larangan parkir mobil di sisi utara depan Pasar Tanjung Rejo. Selama ini lokasi tersebut kerap digunakan parkir kendaraan besar, terutama mobil boks, yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

"Kami ingin yang di utara depan Pasar Tanjung Rejo dipasang juga rambu dilarang parkir mobil. Nanti parkir mobil boks diarahkan ke sebelah barat kantor kecamatan. Namun pelaksanaannya menunggu para pedagang masuk ke dalam pasar," tegasnya.

Baca Juga: Kecamatan Bulu Sukoharjo Panen Perdana Melon Sweet Lavender, Budi Daya Sistem Hidroponik Premium Berbasis IoT

Wanto menjelaskan, persoalan kemacetan di kawasan Gatak tidak hanya disebabkan oleh kendaraan yang parkir sembarangan.

Selama ini masih banyak pedagang yang enggan berjualan di dalam Pasar Tanjung Rejo dan memilih berjualan di sisi timur pasar atau di kawasan barat kantor kecamatan.

Kondisi tersebut membuat badan jalan menyempit karena digunakan untuk aktivitas berdagang maupun parkir kendaraan. Akibatnya, arus lalu lintas sering tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.

Selain itu, area depan Pasar Tanjung Rejo juga kerap dimanfaatkan untuk berjualan dan parkir. Bahkan hingga ke depan SMP Negeri 1 Gatak, banyak kendaraan dan pedagang kaki lima yang menggunakan bahu jalan sehingga menambah kepadatan lalu lintas.

"Depan SMPN 1 Gatak juga digunakan untuk parkir dan PKL sehingga menambah kemacetan, apalagi ketika ada kereta api yang melintas dan palang pintu ditutup," ungkapnya.

Ia menilai penataan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemkab Sukoharjo dalam membenahi kawasan Kecamatan Gatak yang memiliki karakteristik cukup kompleks.

Dalam satu kawasan terdapat Pasar Tanjung Rejo, Stasiun Gawok beserta palang perlintasan kereta api, kawasan pertokoan, sekolah, hingga perkantoran pemerintahan.

Baca Juga: Air Sendang Eyang Sulur Pandan Berkhasiat Obati Penyakit, Lokasinya Cocok Untuk Laku Spiritual

Menurut Wanto, posisi strategis Gatak sebagai jalur penghubung antardaerah membuat penanganan kemacetan menjadi kebutuhan mendesak.

Jalan yang melintasi Kecamatan Gatak merupakan akses utama kendaraan dari Wonosari, Kabupaten Klaten menuju Kota Surakarta maupun sebaliknya. Jalur tersebut juga menjadi penghubung dari Sukoharjo menuju Kartasura.

"Dengan penataan parkir dan penertiban aktivitas di sekitar pasar, kami berharap kemacetan yang selama ini terjadi dapat berkurang sehingga aktivitas masyarakat lebih lancar dan aman," tandasnya. (kwl)

Editor : fery ardi susanto
#Stasiun gawok macet #Rambu larangan parkir #Kecamatan Gatak #sukoharjo