Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Memasuki Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Hutan Dan Lahan

Iwan Kawul • Minggu, 31 Mei 2026 | 18:03 WIB
Ilustrasi Petugas Damkar Satpol PP Sukoharjo padamkan kebakaran di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol. (DOK. DAMKAR SUKOHARJO)
Ilustrasi Petugas Damkar Satpol PP Sukoharjo padamkan kebakaran di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol. (DOK. DAMKAR SUKOHARJO)

RADARSOLO.COM – Kebakaran lahan kosong yang ditumbuhi rumput alang-alang terjadi di Dukuh Dliyan RT 02/03, Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Minggu (31/5).

Beruntung, api berhasil dipadamkan petugas Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sukoharjo sebelum merembet ke permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Sukoharjo Margono menjelaskan, laporan kebakaran diterima dari warga bernama Sukron pada pukul 09.23 WIB.

Petugas langsung bergerak menuju lokasi dua menit kemudian dan tiba di tempat kejadian pukul 09.39 WIB.

Baca Juga: Kekeringan Intai Tiga Kecamatan Di Sukoharjo

"Begitu menerima laporan, Regu 03 Damkar Sukoharjo langsung diberangkatkan dengan satu unit armada pancar. Api berhasil dipadamkan mulai pukul 09.40 WIB dan penanganan berlangsung hingga benar-benar aman," ujar Margono saat dikonfirmasi, Minggu (31/5).

Lokasi kebakaran berada di lahan kosong milik Sukarji yang ditumbuhi rumput alang-alang kering.

Berdasarkan hasil penelusuran petugas, kebakaran bermula saat warga melakukan kerja bakti membersihkan rumput di sekitar lokasi.

Sampah hasil pembersihan kemudian dibakar, namun api tiba-tiba membesar dan merembet ke lahan kosong yang dipenuhi vegetasi kering.

Baca Juga: Benahi Kemacetan Di Timur Stasiun Gawok Sukoharjo, Rambu-Rambu Mulai Dipasang

"Warga yang mengetahui api mulai membesar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Ancaman utama saat kejadian adalah rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran," jelasnya.

Petugas melakukan pemadaman menggunakan water canon dengan estimasi penggunaan air sekitar 3.000 liter. Meski sempat terkendala lalu lintas yang cukup ramai, proses pemadaman dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban meninggal dunia, luka berat, luka ringan maupun warga yang harus menjalani perawatan medis.

Sementara itu, objek yang terbakar berupa lahan kosong dengan vegetasi rumput alang-alang.

Margono mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membersihkan lingkungan, terutama memasuki musim kemarau ketika banyak rumput dan semak dalam kondisi kering sehingga sangat mudah terbakar.

"Api kecil bisa menjadi bencana besar apabila tidak diawasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah, terutama di area lahan kering yang berdekatan dengan permukiman maupun lahan kosong yang ditumbuhi semak dan alang-alang," tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta aktif mengedukasi warga sekitar mengenai bahaya kebakaran lahan dan hutan.

Baca Juga: Si Jago Merah Mengamuk Di Sukoharjo, Lalap Gudang Kabel Dan Usaha Besi Bekas

Selain itu, Damkar Sukoharjo menegaskan beberapa larangan yang harus dipatuhi masyarakat, yakni tidak membakar lahan untuk membuka kebun, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di area hutan maupun lahan kering, serta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan.

Margono menambahkan, pelaku pembakaran yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Karena itu, masyarakat diminta mengutamakan cara-cara yang aman dan ramah lingkungan dalam mengelola sampah maupun membersihkan lahan.

"Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama pencegahan kebakaran. Dengan menjaga lingkungan bersama, kita dapat mencegah kerugian yang lebih besar dan melindungi keselamatan warga," pungkasnya. (kwl)

Editor : fery ardi susanto
#kebakaran #kemarau #sukoharjo #damkar sukoharjo