Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sukoharjo Optimistis Kejar Target 30 Desa Wisata Hingga Akhir 2026

Iwan Kawul • Senin, 1 Juni 2026 | 16:55 WIB
Launching Desa Wisata Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo yang dipusatkan di kandang komunal desa setempat, Senin (1/6). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Launching Desa Wisata Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo yang dipusatkan di kandang komunal desa setempat, Senin (1/6). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo genjot pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat, melalui program desa wisata berkelanjutan.

Hingga Juni ini, sudah ada 22 desa wisata yang terbentuk. Salah satunya Desa Wisata Pranan, Kecamatan Polokarto.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo Herdis Kurnia Wijaya menjelaskan, pengembangan desa wisata merupakan salah satu program prioritas yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, juga diharapkan menciptakan destinasi wisata baru berbasis potensi lokal.

Baca Juga: Hasil TKA 2026 Kabupaten Sukoharjo, Ini Daftar Lima Besar SMP Terbaik

“Kami melaksanakan program desa wisata berkelanjutan sesuai visi dan misi bupati. Alhamdulillah saat ini sudah terbentuk 22 desa wisata. Hari ini (kemarin) diserahkan SK (surat keputusan) kepada Desa Pranan, Kecamatan Polokarto,” jelas Herdis.

Tak hanya fokus pembentukan desa wisata, Disporapar juga berikan pendampingan berkelanjutan.

Salah satunya melalui kegiatan Gelar Desa Wisata tingkat kabupaten. Selain itu, aktif mengikuti berbagai kegiatan desa wisata tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Memasuki Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Hutan Dan Lahan

“Desa wisata tingkat provinsi ini bentuk upaya pembelajaran. Sebab kami masih harus melakukan inovasi. Dan itu butuh referensi dari daerah lain yang lebih maju,” bebernya.

Terkait target jangka menengah, yakni membentuk 30 desa wisata hingga akhir tahun. Herdis optimistis target tersebut bisa terealisasi.

“Antusiasme pemerintah desa dalam mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing terus meningkat. Tahun ini targetnya 30 desa wisata. Masih kurang delapan lagi yang saat ini sudah berproses,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pranan Sarjanto mengaku konsep wisata yang dikembangkan berupa pertanian terpadu berbasis edukasi.

Tanah kas desa disulap jadi lahan pertanian, peternakan, dan wisata edukasi yang saling terintegrasi.

“Ini tanah kas desa yang kami jadikan kawasan pertanian terpadu. Ada kandang komunal dan saat ini sudah dimanfaatkan untuk penanaman sayuran oleh ibu-ibu PKK tingkat RT yang dikoordinasikan PKK desa,” ungkap Sarjanto.

Baca Juga: Kekeringan Intai Tiga Kecamatan Di Sukoharjo

Selain pertanian, Desa Pranan juga kembangkan kandang komunal.

“Kandang komunal juga memfasilitasi pupuk dan pengolahan kotoran hewan menjadi biogas. Konsepnya terpadu dan itu yang akan kami tawarkan ke wisatawan sebagai sarana pembelajaran,” jelasnya.

Daya tarik lainnya, yakni wisata petik jambu.

“Kami punya Festival Jambu. Kemudian saat musim panen raya, wisatawan bisa petik jambu di pekarangan warga. Termasuk belajar budi daya jambu,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#desa wisata #polokarto #Desa Pranan #sukoharjo