RADARSOLO.COM – Sebuah gudang sparepart milik warga di Kampung Canden RT 03 RW 01, Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo ludes terbakar pada Senin (1/6) sore.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 16.51 WIB dari pelapor bernama Agus.
Setelah menerima laporan, petugas Regu 02 Damkar Sukoharjo langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 16.57 WIB dan tiba sekira pukul 17.05 WIB.
Baca Juga: Sukoharjo Optimistis Kejar Target 30 Desa Wisata Hingga Akhir 2026
“Petugas mengerahkan dua unit armada pancar untuk melakukan pemadaman. Proses penanganan berjalan lancar hingga api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan rumah yang berada di sekitar lokasi,” ujar Margono.
Ia menjelaskan, objek yang terbakar merupakan gudang sparepart berukuran 4 x 6 meter. Seluruh bangunan dan isinya mengalami kerusakan total atau terbakar 100 persen.
Berdasarkan keterangan warga, kebakaran pertama kali diketahui setelah salah seorang tetangga melihat kepulan asap dari area gudang. Warga kemudian melakukan pengecekan dan mendapati api sudah mulai membesar.
Baca Juga: Hasil TKA 2026 Kabupaten Sukoharjo, Ini Daftar Lima Besar SMP Terbaik
“Setelah mengetahui ada kebakaran, warga langsung berupaya meminta bantuan warga lain, menghubungi pemilik gudang, dan melaporkan kejadian tersebut ke Damkar Sukoharjo,” katanya.
Hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga sekitar, gudang tersebut diduga tidak memiliki instalasi listrik aktif.
Sejumlah warga juga menyebut sebelum kejadian terdapat anak-anak yang bermain api di sekitar lokasi.
Margono menambahkan, kebakaran tersebut sempat mengancam bangunan rumah di sekitar gudang.
Berkat respons cepat petugas dan warga, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak menjalar ke bangunan lain.
Dalam operasi pemadaman tersebut, petugas menghabiskan sekitar 4.000 liter air. Tidak ditemukan korban meninggal dunia maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Baca Juga: Memasuki Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Hutan Dan Lahan
Margono mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak yang bermain di lingkungan permukiman, terutama saat memasuki musim kemarau yang membuat material mudah terbakar.
“Kami mengingatkan warga untuk tidak membiarkan anak-anak bermain api tanpa pengawasan. Selain itu, pastikan area penyimpanan barang bekas, gudang, maupun lahan kosong bebas dari sumber api yang berpotensi memicu kebakaran,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kerugian dapat diminimalkan. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto