RADARSOLO.COM – Persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sukoharjo terus dikebut.
Hingga Selasa (2/6), progres pembangunan sekolah yang berlokasi di Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari ini mencapai 80 persen.
Di sisi lain, peminat jenjang sekolah rakyat menengah pertama (SRMP) dan sekolah rakyat menengah atas (SRMA) melampaui kuota.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Yunia Wahdiyati menjelaskan, pembangunan fisik SR terus dikebut.
Baca Juga: Kasus TBC Di Sukoharjo Tembus 431 Dalam Enam Bulan, Dinkes Ingatkan Gejala Awal
Mengingat sekolah ini segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tahun ajaran baru 2026/2027.
“Capaian konstruksi bangunan Sekolah Rakyat sudah mencapai 80 persen. Saat ini pengerjaan masih terus berjalan untuk menyelesaikan fasilitas yang diperlukan,” jelas Yunia.
Selain kesiapan bangunan, proses penjaringan calon murid baru juga dikebut. Data paling gres, jumlah calon murid baru jenjang sekolah rakyat dasar (SRD) 13 anak, SRMP 99 anak, dan SRMA 106 anak.
Baca Juga: Nekat Balap Liar Di Jalan Sawah Mojolaban Sukoharjo, Dua Pemuda Akamsi Dikukut
Yunia menjelaskan, masing-masing jenjang pendidikan sebenarnya memiliki kuota 90 anak.
Namun, jumlah peminat jenjang SRMP dan SRMA melebihi kapasitas. Nantinya, proses seleksi dan finalisasi akan dilakukan melalui mekanisme bersama Sentra Terpadu Solo dan pengelola SR.
Untuk jenjang SRD yang baru 13 anak, dinsos akan memperkuat koordinasi dengan Sentra Terpadu Prof. Dr. dr. Soeharso Solo. Lembaga tersebut mendapat tugas dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk penjangkauan dan pendataan calon murid.
“Calon murid nanti kami akan berkoordinasi dengan sentra terpadu di Solo. Sebab calon murid yang sebelumnya disiapkan untuk Sekolah Rakyat rintisan di Solo, nantinya akan dialihkan ke Sukoharjo,” imbuh Yunia. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto