RADARSOLO.COM – Ancaman hama wereng batang cokelat (WBC) intai lahan pertanian di Sukoharjo.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo gerak cepat dengan penyemprotan hama serentak.
Sasarannya lahan pertanian Kelompok Tani Boga Tani 1, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Rabu (3/6).
Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, hama wereng dilaporkan mengancam tanaman padi seluas 15 hektare di Gatak.
Baca Juga: Bingung Bikin Akun Dan Daftar SPMB 2026, Panitia Di SMAN 1 Sukoharjo Buka Layanan Pendampingan
Merespons laporan ini, pengendalian dilakukan dengan melibatkan petani.
Pengendalian serentak dilakukan untuk memutus populasi wereng sebelum kerusakan meluas.
Setelah penyemprotan, hasilnya akan dipantau selama tiga hari ke depan.
“Jika perlu penyemprotan ulang, segera kami lakukan. Terpenting kami ingin memastikan hama wereng batang cokelat ini bisa dikendalikan. Sehingga tidak menimbulkan kerugian besar bagi petani,” jelas Bagas.
Mendukung upaya tersebut, Pemkab Sukoharjo menyiapkan pestisida. Bagas menjelaskan, bantuan ini tak lepas dari dukungan Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
“Pemkab Sukoharjo sudah menyiapkan kebutuhan obat-obatan untuk petani. Kami akan menyediakan sesuai kebutuhan. Petani cukup datang bwa sprayer untuk penyemprotan,” beber Bagas.
Menariknya, penyemprotan dilakukan secara manual, meski pun ada teknologi drone.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Selain mempertimbangkan efektivitas penyemprotan, metode manual justru memperkuat semangat gotong royong antarpetani.
Selain itu, habitat wereng batang cokelat berada di bagian pangkal batang padi yang dekat dengan permukaan tanah. Maka penyemprotan manual dengan berjalan kaki dinilai lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Gudang Rosok Sparepart Mobil di Mojolaban Sukoharjo Dilalap Api, Asap Hitam Membumbung Tinggi
“Ketika petani berjalan di pematang sambil menyemprot, hasilnya lebih efektif. Selain itu, kami juga ingin membangun kebersamaan petani dalam menghadapi ancaman hama,” ujarnya.
Bagas optimistis serangan hama bisa ditekan, sehingga tanaman padi bisa berkembang hingga masa panen tiba. Apalagi harga gabah saat ini di level yang menguntungkan petani.
“Harga gabah kering panen (GKP) cukup bagus di kisaran Rp 7.300-Rp 7.500 per kilogram (kg). Kami ingin memastikan tanaman padi tumbuh sehat dan petani bisa menikmati hasil panen yang optimal,” beber Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto