RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo mencatat 20.752 ekor hewan kurban disembelih saat Idul Adha 1447 Hijriah kemarin.
Rinciannya, 6.150 ekor sapi serta 14.602 ekor kambing dan domba.
Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, antusiasme masyarakat untuk berkurban cukup tinggi.
Selain itu, stok ternak untuk kurban di Sukoharjo juga mencukupi.
“Kambing mendoniasi kurban karena harganya lebih terjangkau dibanding sapi. Kendati demikian, jumlah sapi kurban juga tinggi dan mengalami tren peningkatan,” jelas Bagas.
Terkait kesehatan hewan kurban, Bangas mengaku telah menerjunkan petugas untuk pantauan dan pemeriksaan di berbagai lokasi penjualan maupun tempat pemotongan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban sehat, layak potong, dan memenuhi syarat syariat.
“Kami menerjunkan puluhan petugas untuk pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH),” bebernya.
Bagas menambahkan, pengawasan juga dilakukan terhadap lalu lintas ternak yang masuk ke Kota Makmur.
Langkah ini sebagai antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Sejauh ini, tidak ditemukan kasus PMK.
“Semoga ibadah kurban tahun ini membawa keberkahan bagi masyarakat. Ketakwaan meningkat dan memperkuat kepedulian sosial kepada sesama,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Distankan Sukoharjo Susilo menyebut kebutuhan hewan kurban tahun ini meningkat 5 persen.
Rata-rata harga sapi kurban Rp 22 juta-Rp 25 juta per ekor. Sedangkan sapi betina di bawah Rp 20 juta.
“Harga sapi naik Rp 1 juta-Rp 2 jutaan,” ujarnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto