RADARSOLO.COM- Kebakaran melanda ruang penyimpanan batu bara di area Spinning 1 PT Sritex 1 yang berlokasi di Jalan Samanhudi, Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Sabtu (6/6) malam.
Respons cepat dari tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukoharjo berhasil melokalisasi kobaran api sehingga tidak merembet ke fasilitas produksi lainnya.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Sukoharjo Margono menerangkan, laporan kedaruratan pertama kali masuk ke pos pemadam pada pukul 21.17 WIB melalui laporan seorang warga bernama Arif.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel bergerak dua menit kemudian dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 21.33 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan berkas perkara, indikasi awal kemunculan api dipicu oleh faktor suhu operasional yang tinggi.
“Objek yang terbakar adalah ruang batu bara di area Spinning 1 PT Sritex 1. Dugaan sementara kebakaran dipicu meningkatnya suhu panas pada batu bara akibat cuaca kemarau sehingga memunculkan bara dan api,” kata Margono, Minggu (7/6).
Menurut keterangan satpam perusahaan, kepulan asap tipis sebenarnya sudah terdeteksi sejak pukul 12.30 WIB siang.
Kendati sempat dilakukan penanganan mandiri oleh internal pabrik hingga situasi kondusif, asap pekat disertai bara api kembali muncul pada tumpukan karung saat petugas melakukan patroli rutin sekitar pukul 21.30 WIB.
“Kobaran api semakin membesar karena hembusan angin kencang dan sempat membakar karet mesin produksi di sekitar ruang batu bara. Petugas keamanan kemudian segera menghubungi Damkar Sukoharjo,” urai Margono.
Baca Juga: Solo Bersolek! Tiga Ikon Wisata Budaya Siap Dipermak: Dana Rp 7,5 Miliar Disiapkan
Guna menjinakkan api, Regu 01 Damkar Sukoharjo mengerahkan dua unit armada operasional yang terdiri dari satu unit mobil pancar dan satu unit mobil penyuplai air (water supply).
Proses pemadaman dan pendinginan (cooling) menghabiskan pasokan air sebanyak 15.000 liter hingga temperatur di area terdampak dinyatakan stabil.
Kebakaran ini menghanguskan area seluas 10 x 6 meter persegi dari total dimensi keseluruhan ruangan yang mencapai 4.000 meter persegi.
Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Mulai Meriah, Polresta Solo Siapkan Nobar Gratis, Warga Bisa Datang Bebas
Damkar Sukoharjo memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
“Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka-luka. Ancaman kebakaran sempat mengarah ke ruang alat berat, namun berhasil dicegah sehingga api tidak meluas,” jelas Margono.
Dampak kerugian material akibat kerusakan ruang batu bara tersebut ditaksir mencapai Rp40 juta.
Sementara itu, nilai aset perusahaan yang berhasil diproteksi dari rambatan api diestimasikan bernilai sekitar Rp400 juta.
Baca Juga: Ditinggal Nonton Bola, Peternak di Karanganyar Kaget Kandang Ayamnya Ludes Dilalap Api
Operasi pemadaman ini turut disokong oleh personel gabungan dari Polsek Kota Sukoharjo, satuan Brimob, serta tim keamanan internal perusahaan.
“Kendala di lapangan adalah minimnya penerangan karena lokasi cukup gelap, namun proses pemadaman dapat berjalan lancar hingga api benar-benar padam,” pungkas Margono. (kwl)
Editor : Tri Wahyu Cahyono