Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Puluhan Relawan Terjun Bersihkan Batu Seribu

Iwan Kawul • Minggu, 7 Juni 2026 | 12:32 WIB
DLH Sukoharjo bersama puluhan relawan bersihkan kawasan Objek Wisata Batu Seribu, Kecamatan Bulu, Minggu (7/6). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
DLH Sukoharjo bersama puluhan relawan bersihkan kawasan Objek Wisata Batu Seribu, Kecamatan Bulu, Minggu (7/6). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk mengajak masyarakat melakukan "tobat ekologis", sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bumi yang semakin terancam akibat berbagai krisis lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo Agus Suprapto di sela pembersihan kawasan Objek Wisata Batu Seribu, Minggu (7/6), mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa dunia saat ini sedang menghadapi tiga krisis planet atau triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

“Bumi yang kita tempati saat ini sedang menghadapi tantangan yang serius. Karena itu diperlukan upaya bersama untuk lebih menghargai, menjaga, dan memuliakan alam melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agus.

Baca Juga: Bakal Dicor Beton, Jalan Adi Sumarmo Kartasura Arah Bandara Solo Diklaim Bebas Lubang

Menurutnya, langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dimulai dari rumah tangga, seperti memilah sampah sejak dari sumbernya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membangun budaya hidup ramah lingkungan berbasis gotong royong.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan sampah secara produktif melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular, sehingga limbah yang dihasilkan dapat memiliki nilai tambah dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Agus menjelaskan, dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini juga dilakukan gerakan penanaman pohon secara serentak di seluruh Indonesia.

Program tersebut merupakan bagian dari target nasional yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menanam dua miliar pohon sebagai upaya pemulihan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Baca Juga: Ruang Batu Bara PT Sritex 1 Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp40 Juta

Lebih lanjut, Agus mengutip ajakan Menteri Lingkungan Hidup yang menyerukan pentingnya melakukan pertobatan ekologis. Menurutnya, konsep tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk mengubah cara pandang dan perilaku manusia terhadap lingkungan.

“Pertobatan ekologis mengajak kita untuk mengintrospeksi setiap kebiasaan yang berdampak pada lingkungan, menyadari konsekuensi dari tindakan sehari-hari, dan melakukan aksi nyata untuk menjaga bumi yang kita cintai bersama,” katanya.

Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral dan sosial yang harus dilakukan seluruh elemen masyarakat demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

“Kesadaran kolektif harus terus dibangun. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat umum harus bergerak bersama. Jika tidak dimulai sekarang, dampak krisis lingkungan akan semakin berat dirasakan di masa depan,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#dlh sukoharjo #batu seribu #sukoharjo #hari lingkungan hidup sedunia