Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, DLH Sukoharjo Ajak Warga Lakukan Tobat Ekologis, Ini Artinya

Iwan Kawul • Minggu, 7 Juni 2026 | 16:21 WIB
Personel DLH Sukoharjo bergotong royong membersihkan lingkungan. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Personel DLH Sukoharjo bersama relawan bersih-bersih kawasan Wisata Batu Seribu, Kecamatan Bulu. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Pemkab Sukoharjo memanfaatkan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat melakukan tindakan nyata yang disebut sebagai "tobat ekologis".

Langkah ini diserukan sebagai bentuk respons terhadap kondisi bumi yang dinilai semakin terancam oleh berbagai dampak krisis lingkungan global.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agus Suprapto menjelaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup periode ini mengusung draf tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

Baca Juga: Hendak Bersantai, Warga Karanggendeng Boyolali Panik Lihat Kobaran Api di Lahan Kosong

Regulasi tema tersebut merujuk pada kondisi dunia yang saat ini tengah dihadapkan pada tantangan tiga krisis planet (triple planetary crisis), yang meliputi aspek perubahan iklim, penurunan angka keanekaragaman hayati, serta perluasan pencemaran lingkungan.

“Bumi yang kita tempati saat ini sedang menghadapi tantangan yang serius. Karena itu diperlukan upaya bersama untuk lebih menghargai, menjaga, dan memuliakan alam melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Agus, Minggu (7/6/2026).

Agus memaparkan, implementasi praktis dari tobat ekologis dapat diinisiasi dari ruang lingkup domestik rumah tangga.

Beberapa tindakan sederhana yang direkomendasikan antara lain:

Selain itu, masyarakat diarahkan untuk mengolah sampah secara produktif melalui skema ekonomi sirkular.

Dengan metode tersebut, limbah domestik diharapkan dapat dikonversi menjadi barang bernilai ekonomi sehingga mampu mereduksi volume pembuangan akhir ke TPA.

Baca Juga: Main Di Mana Persebi Boyolali dan Persiharjo Sukoharjo?, Ini Pembagian Grup 32 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026: Grup Neraka Tercipta di Fase Menegangkan

Dalam rangkaian agenda peringatan tahun ini, jajaran Pemkab Sukoharjo turut mendukung realisasi gerakan penanaman pohon yang dilaksanakan secara serentak di wilayah Indonesia.

Proyek penghijauan tersebut terafiliasi dengan target makro Kementerian Lingkungan Hidup yang mematok target penanaman dua miliar pohon sebagai bagian dari instrumen mitigasi perubahan iklim nasional.

Lebih lanjut, Agus mengutip instruksi dari Menteri Lingkungan Hidup perihal pentingnya pemaknaan atas konsep pertobatan ekologis.

Esensi dari konsep tersebut diarahkan untuk mengubah cara pandang mendasar serta pola perilaku manusia terhadap ekosistem.

Baca Juga: Sempat Dikabarkan Hilang, Lansia Asal Pedan, Klaten Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Dengkeng Karangdowo

“Pertobatan ekologis mengajak kita untuk mengintrospeksi setiap kebiasaan yang berdampak pada lingkungan, menyadari konsekuensi dari tindakan sehari-hari, dan melakukan aksi nyata untuk menjaga bumi yang kita cintai bersama,” urainya.

DLH Sukoharjo menekankan bahwa aktivitas menjaga kelestarian alam bukan lagi menempati status pilihan opsional, melainkan sudah menjadi draf kewajiban moral dan sosial yang mengikat seluruh elemen masyarakat.

Sinergi kolektif yang melibatkan unsur birokrasi pemerintah, sektor dunia usaha, komunitas peduli lingkungan, hingga warga umum mutlak diperlukan guna mengantisipasi eskalasi dampak krisis di masa depan. (kwl)

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, DLH Sukoharjo Ajak Warga Lakukan Tobat Ekologis

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#hari lingkungan hidup 2026 #tobat ekologis #dlh sukoharjo #peduli lingkungan